Ribuan Warga Tarakan Padati Prosesi Pelarungan Padaw Tuju Dulung

benuanta.co.id, TARAKAN – Ribuan warga Kota Tarakan padati Kawasan Wisata Ratu Intan Pantai Amal Kota Tarakan untuk menyaksikan puncak Festival Iraw Tengkayu XII yaitu Pelarungan Padaw Tuju Dulung pada Ahad, 8 Oktober 2023.

Menurut pantauan benuanta.co.id, masyarakat mulai memadati Kawasan Wisata Ratu Intan Pantai Amal pada pukul 13.00 WITA, atau satu jam sebelum acara penurunan Padaw Tuju Dulung dimulai.

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
1942 votes

Wali Kota Tarakan, dr Khairul mengungkapkan, penurunan Padaw Tuju Dulung merupakan simbolisasi rasa syukur kepada sang pencipta. Pada saat ini, kegiatan tersebut merupakan bagian yang tidak bisa terpisahkan dari upaya melanjutkan warisan budaya para pendahulu kita.

Baca Juga :  RSUD JSK: Terima Kasih Kerja Sama Semua Pihak Sigap dan Tanggap Menangani Kejadian

“Kegiatan ini juga sebagai upaya untuk menjadikan pesta rakyat ini sebagai ajang mengenalkan budaya dan daya tarik wisata dan sebagai hiburan bagi masyarakat,” ujar dr. Khairul.

Ia pun berharap ke depannya festival Iraw Tengkayu akan bertambah besar. Tak hanya itu festival ini dapat dihadiri oleh masyarakat Tarakan namun juga dari luar daerah bahkan mancanegara.

Baca Juga :  Ratusan Pasien RSUD JSK Dievakuasi Akibat Kepulan Asap Muncul di Lantai 3, Kipas Angin Diduga Pemicu Asap

Salah satu warga Tarakan, Yenny mengatakan kegiatan Festival ini sangat bagus untuk melestarikan budaya, mengingat ia pun merupakan suku asli Tidung yang menetap di Kota Tarakan yang setiap tahun selalu mengikuti festival ini.

“Karena kita mengadakan begitu (adat Tidung) juga di rumah setiap tahun dan setiap tahun juga ke sini (Kawasan Wisata Ratu Intan Pantai Amal Kota Tarakan),” ungkap Yenny.

Baca Juga :  Atasi Masalah Lingkungan, Pj Wali Kota Tarakan Upayakan Penanganan Sampah 

Warga Tarakan lainnya, Desi menuturkan adanya Festival budaya setiap tahunnya dapat membuat masyarakat mengetahui tentang adat Tidung di mana Pelarungan Padaw Tuju Dulung merupakan simbolisasi rasa syukur masyarakat Tidung.

“Supaya aman, damai, sejahtera dan hasilnya melimpah serta sehat selalu untuk masyarakat Tarakan,” pungkasnya. (*)

Reporter: Sunny Celine

Editor: Yogi Wibawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *