Jaksa Hadirkan Saksi pada Kasus Pembuangan Sabu di Kloset

benuanta.co.id, TARAKAN – Masih ingat dengan tersangka pembuangan barang bukti sabu ke dalam toilet, beberapa waktu lalu. Kini para tersangka telah menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Tarakan. Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan sejumlah saksi. Saksi tersebut ialah saksi penangkap dari BNNP Kaltara dan saksi mahkota.

Jaksa dalam perkara ini, Komang Aprizal mengungkapkan berdasarkan keterangan saksi penangkap, perkara tersebut mampu diungkap lantaran adanya informasi dari masyarakat. Ketika menerima informasi, petugas BNNP langsung melakukan tindaklanjut ke lapangan.

“Kemudian petugas mendatangi rumah Saiful di Jalan Panda Wangi, Kelurahan Juata Permai pada 22 Maret lalu,” katanya, Jumat (22/9/2023).

Baca Juga :  PAC LDII Tarakan Potong 41 Ekor Sapi 

Berita terkait : 

Saat penggrebekan terjadi, petugas mendapati terdakwa Saiful dan Aula Rahman berada di rumah tepatnya bersembunyi di dalam toilet. Ia sempat mengelabui petugas dengan membuang sabu yang dibungkus teh cina ke dalam kloset. Tindakan keduanya pun diketahui polisi setelah sisa sabu ditemukan di pinggir kloset dengan berat 5,59 gram.

“Kloset itu sempat dibongkar petugas BNNP dan mendapati bungkus plastik kemasan teh cina setelah dibongkar petugas,” lanjut dia.

Dari pengakuan saksi ini, dilanjutkan Komang peran dari kedua terdakwa mampu terungkap. Terdakwa Saiful, mendapatkan perintah dari salah satu DPO dalam perkara tersebut yaitu Heri alias Isa, untuk mengambil sabu. Sabu itu diambil terdakwa Saiful di sekitar Jalan Aki Babu, Kelurahan Karang Anyar Pantai.

Baca Juga :  TIPD Kota Tarakan Bakal Lakukan Monev ke Pasar Pasca Iduladha 1445 H

Berdasarkan pengakuan terdakwa tak mengetahui jumlah sabu yang diambil. “Setelah menerima sabu itu, terdapat langsung menghubungi terdakwa Aula, untuk segera membelikan bungkusan dan timbangan digital,” imbuh Komang.

Dari fakta persidangan, didapati sabu yang dibungkus dalam kemasan teh cina akan dikirim ke Balikpapan. Dibeberkan Komang, selain menghadirkan saksi dalam sidang pembuktian, sidang dengan agenda pemeriksaan terdakwa pun sudah dilakukan.

Baca Juga :  Pengunjung Museum Sejarah Kota Tarakan Meningkat 

“Kalau dari Saiful mengaku hanya menerima perintah untuk mengambil sabu. Terdakwa mengaku belum mendapatkan upah dari DPO Isa. Hanya keduanya dijanjikan akan mendapatkan upah apabila sabu itu berhasil dikirim ke Balikpapan,” beber dia.

Adapun agenda sidang selanjutnya akan masuk ke agenda tuntutan yang rencananya akan dibacakan pada Selasa, 26 September 2023. (*)

Reporter: Endah Agustina

Editor: Nicky Saputra

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
1962 votes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *