Bappeda-Litbang Butuh Bantuan GGGI 

benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda-Litbang) Kalimantan Utara (Kaltara) melakukan pertemuan koordinasi Global Green Growth Ins tute (GGGI) pada Senin (4/9/2023).

Dalam pertemuan tersebut di katakan Pelaksana Tugas (Plt) Bappeda-Litbang Bertius menyambut baik adanya pertemuan tersebut. Pasalnya, ada pergantian personel di GGGI untuk kawasan Asia yang diharapakan prosesnya melanjutkan yang sudah di laksanakan oleh GGGI di Kaltara.

“Sesungguhnya di GGGI ada tiga fase, dan saat ini kita sudah di fase dengan waktu 2021-2025, tadi juga sudah kita liat mereka (GGGI) mencatat apa yang menjadi prioritas di Kaltara, paling tidak tadi ada delapan yang disampaikan yang nanti akan kami tindaklanjuti untuk lanjutkan kedalam kegiatan di pemerintah Provinsi Kaltara,” ucapnya.

“Sehingga keberadaan GGGI itu di harapkan bukan melaksanakan program mereka, tetapi mereka melakukan program kita (pemprov) karena kita yang membutuhkan bantuan dari mereka, jadi bukan meraka yang membutuhkan bantuan dari kita, karena itu memang Bappeda-Litbang akan mengagendakan pertemuan berikutnya untuk membahas lebih detail bersama dengan perangkat daerah yang nanti kita lihat kontribusi nya seperti apa,” ucapnya lagi.

Adapun diskusi yang dilakukan bersama GGGI sebut Bertius, ada dua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang di pastikan terlibat dalam kegiatan tersebut yaitu, Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD).

“Kalau Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Kehutanan sudah partner lama, tinggal kita pastikan. Nah kedepannya kita akan susun Rencana Pembangunan Jangka Daerah untuk periode 2025-2045 yang nanti akan kita kolaborasi dengan teman-teman GGGI dari sisi pemikiran maupun penganggaran, mudah-mudahan itu bisa maksimal kita lakukan,” jelasnya.

Bertius juga mencontohkan bahwa DLH sudah menyusun pajak lingkungan hidup strategis, yang juga sudah mendapat jawaban GGGI bahwa itu, adalah bagian yang akan lakukan pendamping dalam pelaksanaan.

Sementara itu, Contry Representative GGGI, Dr. Jaeseung Lee menyatakan komitmen pihaknya untuk mendukung kebijakan Pemprov Kaltara dalam melestarikan mangrove.

“Sejak 2020 kita sudah bekerja di Kaltara dan berkomitmen untuk mendukung kebijakan terkait lingkungan hijau, mendukung implementasi proyek-proyek terkait lanscape berkelanjutan,” ujar Jaeseung Lee melalui penerjemahnya.

Dijelaskan lebih lanjut, saat ini pihaknya sedang menyusun proyek baru untuk sebagai solusi berbasis ekosistem dan terkait dengan natural. Program ini direncanakan berlangsung selama lima tahun ke depan yang didukung oleh pemerintah Canada. Namun, saat ini masih dalam tahap penjajakan.

Program ini rencanananya dilakukan di empat lokasi di Kabupaten Bulungan. Yaitu di Desa Salimbatu, Sekatak Buji, Sekatak Bengara dan Liagu dengan luas lahan mencapai 8.000 ribu hektar. (*)

Reporter: Ikke

Editor: Nicky Saputra 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *