Sensus Pertanian Sukses Digelar dengan Metode Door to Door dan Snowball

benuanta.co.id, BERAU – Sensus pertanian (ST) 2023 yang digelar Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Berau telah berakhir 31 Juli lalu dan kini tengah proses tahap pengolahan.

Ketua Tim Statistik Produksi pada Badan Pusat Statistik (BPS) Berau, Dimas menjelaskan data tersebut juga kemudian akan digunakan sebagai tolok ukur statistik pertanian saat ini.

“ST tersebut ini bertujuan untuk menyediakan data struktur pertanian, terutama untuk unit-unit administrasi terkecil,” ungkapnya Ahad (20/8/2023).

Lebih dari itu kata dia untuk menyediakan kerangka sampel untuk survei pertanian dan informasi yang digali ST tersebut berkaitan dengan demografi.

Baca Juga :  Longsor di Poros Gurimbang Meluas, Dinas PUPR Lakukan Penanganan

“Jadi ada seperti jumlah anggota rumah tangga, pendidikan, pekerjaan, status kepemilikan lahan, dan sebagainya,” ujarnya.

Kemudian ada dari sisi pertanian seperti luas lahan, jumlah tanaman, jumlah ternak, nilai produksi, keikutsertaan dalam kelompok tani, dan sebagainya.

“Untuk pelaksanaan lapangan kegiatan sensus pertanian 2023 sudah selesai dilaksanakan per 31 Juli 2023. Saat ini sudah masuk tahap pengolahan dokumen hingga pertengahan Bulan September,” ucapnya.

Baca Juga :  DPRD Minta Pemkab Perhatikan Kehidupan Keluarga Kesultanan di Berau

ST 2023 kata Dimas, diselenggarakan pada semua RT pada seluruh kecamatan setiap Kabupaten Berau.

“Dalam pelaksanaan itu, petugas sensus melakukan pendataan secara door to door dan snowball, yang berada pada wilayah RT tersebut,” bebernya.

Kemudian untuk secara snowball yaitu petugas mendatangi langsung responden yang namanya sudah diterima sebagai Rumah Tangga Usaha Pertanian (RTUP).

“Pada RTUP itu petugas kemudian menggali lagi informasi terkait RTUP lain di wilayah RT tersebut,” tuturnya.

Baca Juga :  Jembatan Sambaliung Sering Dilalui Kendaraan Bermuatan Lebih 4 Ton, Dishub Berau Tambah Personil

Dengan harapan hasil tersebut selanjutnya RTUP akan diidentifikasi sebagai rumah tangga yang memiliki usaha di sektor pertanian seperti sub sektor tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan, perikanan dan kehutanan.

“Pelaksanaan lapangan berjalan dengan relatif lancar sesuai dengan jadwal kegiatan yang telah ditetapkan sebelumnya yaitu dari 1 Juni hingga 31 Juli 2023. Dilaksanakan oleh 179 petugas lapangan dalam waktu 2 bulan,” pungkasnya. (*)

Reporter: Georgie

Editor: Yogi Wibawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *