Ekspedisi 182,6 Km Gubernur Kaltara

Perjalanan Menembus Belantara Malinau – Krayan

EKSPEDISI Membelah Belantara Menembus Batas sudah tuntas dilakoni Gubenrur Kalimantan Utara (Kaltara), Zainal A Paliwang pada Kamis, 17 Agustus 2023. Perjalanan darat sepanjang 182,6 kilometer yang ditempuh gubernur bersama rombongan dari Malinau menuju Krayan itu, mengecek kondisi jalan serta infrastruktur perekonomian warga secara langsung.

Gubernur Kaltara yang memimpin perjalanan ekspedisi ini pertama kali singgah di basecamp PT Adi Karya di Desa Jempolon. Di sini, gubernur mengecek langsung kondisi jalan yang sudah bisa dilalui kendaraan roda empat. Meski masih berlandaskan tanah, namun menurut gubernur jalan tersebut sudah layak untuk dilalui.

“Alhamdulilah, kita sudah melihat secara langsung kondisi jalan yang sudah layak dilewati sekalipun sebagian jalan belum diaspal,” ucapnya saat berada di basecamp PT Adi Karya pada Senin, 14 Agustus lalu.

Usai meninjau Basecamp PT Adi Karya, rombongan ekspedisi kembali bergerak menuju Desa Long Semamu dengan menempuh jarak sejauh 8 jam perjalanan. Harus diakui, tidak mudah melintasi jalan saat menuju Desa Long Semamu. Selain melewati lumpur yang dalam, rombongan harus mendaki tanjakan.

JALAN : Tampak rombongan kendaraan rombongan gubernur saat melintasi jalan Bascampe PT Adi Karya.

Kendaraan para rombongan mulai mengalami kendala saat menaiki Gunung Kapung. Sejumlah roda empat turut amblas yang mengakibatkan perjalanan terhambat. Meski berlebelkan gubernur, orang nomor satu di Kaltara ini tak sungkan ikut menarik dan mendorong kendaraan rombongan lainnya yang terjebak di lumpur.

Panjangnya antrean kendaraan roda dua dan empat yang melalui jalan itu, tak serta-merta ditinggal olehnya. Gubernur yang sejak awal meminta rombongannya untuk tetap solid dan bahu-membahu, harus menunggu rombongan lain hingga lengkap.

“Kita harus menunggu teman-teman yang ada di belakang, jadi harus menunggu sampai lengkap baru kita jalan,” ucap Zainal di tengah minimnya penerangan saat itu.

Meski bisa melalui jalur udara, Zainal sapaan akrabnya lebih memilih jalur darat untuk menuju Long Bawan. Hal itu tak lain untuk bisa memastikan secara langsung kondisi jalan yang ditargetnya rampung pada 2024 mendatang.

Meskipun medan perjalanan cukup menantang, namun Zainal menganggap hal tersebut adalah hal biasa. “Kita tetap lanjutkan perjalanan, Tidak ada kata mundur,” tegasnya memberikan semangat kepada rombongan.

SUPLAI : Kendaraan suplai saat melintasi jalan berlumpur.

Kondisi gelap menyelimuti kedatangan rombongan gubernur di Desa Semamu. Rombongan yang sudah sangat letih menempuh 8 jam perjalanan akhirnya bisa beristirahat sejenak sebelum menuju Desa Binuang.

Baca Juga :  Kendaraan Plat Luar Bakal Dibatasi Gunakan BBM Subsidi di Kaltara 

Udara sejuk Desa Long Semamu membangunkan seluruh peserta rombongan pada Selasa (15/8/2023) pagi. Tampak sejumlah tim sedang melakukan kegiatan sebelum melanjutkan perjalanan menunju Desa Binuang, Kecamatan Krayan Tengah, Kabupaten Nunukan.

Matahari belum begitu tampak, gubernur dan peserta lain melaksanakan salat berjamaah, ada yang memasak air, mempersiapkan sarapan, mandi bahkan mempersiapkan motor trail untuk kembali menaklukkan ganasnya medan Jalan Krayan.

Kala itu hujan masih rintik-rintik, ternyata rumah yang menjadi tempat rombongan menginap lokasinya tak jauh dari Sungai Semamu. Kondisi air di tempat ini sangatlah dingin, kondisinya sangat memprihatinkan lantaran tidak memiliki jaringan internet.

‘’Jangankan internet, pakai telpon saja sulit jika menggunakan Telkomsel,’’ucap Yohan sambil menyeruput kopi hitam yang asapnya masih mengepul.

Selain itu, guna memenuhi sejumlah barang pokok seperti gula, kopi, minyak goreng warga harus rela turun ke Malinau menggunakan alat transportasi sungai. Bahkan, barang material yang mereka gunakan seperti semen diangkut menggunakan perahu panjang.

‘’Semua barang mahal, listrik juga belum masuk di sini,’’ tutur Yohan.

ISTIRAHAT : Gubernur Kaltara bersama rombongan saat menyantap hidangan malam sambil menunggu rombongan lainnya.

Semua rombongan tampak sudah siap kembali berjibaku menuju Binuang. Tampak tulisan selamat datang di Desa Semamu terpampang pada sebuah gapura di pinggir Sungai Semamu. Lantaran jarang dipergunakan, tempat itu hanya dipenuhi dengan rumput-rumput liar.

Begitu juga dengan lingkungan sekitar, terdapat beberapa bangunan rumah maupun sekolah tampak tak lagi difungsikan. Hanya sekumpulan kerbau yang memenuhi lapangan hijau yang dipenuhi rumput. Kondisi Sungai Semamu masih belum tinggi dan keruh lantaran hujan deras, pagi itu. Hanya riak-riak air yang terlihat di tikungan sungai. Pinggiran sungai hanya dipenuhi sejumlah batu dari berbagai jenis ukuran.

Dari kejauhan terdengar suara riuh sebuah mesin yang keluar dari arah sungai. Satu persatu perahu panjang yang dikemudikan masyarakat lokal muncul dan menyandarkan perahunya begitu saja di atas pasir tepat di depan rumah tempat rombongan menginap.

Gubernur Kaltara yang sudah berjaga di pinggir sungai langsung menyambut dan bersalaman dengan sejumlah motoris perahu. Masing-masing rombongan mulai membawa barang bawaanya termasuk motor trail ke arah pinggir sungai untuk diangkut menggunakan perahu.

Saat ditemui Benuanta, Gubernur Kaltara Zainal Arifin menjelaskan jika rombongan akan melanjutkan perjalanan ke Desa Binuang dengan menyebrangi Sungai Semamu menggunakan perahu kayu. Kendaraan maupun barang bawaan harus diangkut dengan perahu panjang.

Baca Juga :  Terlilit Pinjaman Online, Oknum Kasir Perusahaan Tilap Uang Rp 607 Juta
FOTO BERSAMA : Gubernur Kaltara saat bersama motoris dari warga setempat yang akan mengantarkan para rombongan ke Desa Binuang melalui jalur sungai.

‘’Kita akan melanjutkan perjalanan ke Desa Binuang dengan menyebrangi Sungai Semamu. Sebelumnya ada jembatan, namun terseret oleh ganasnya banjir,’’ terangnya sebelum menyebrang sungai.

Tiap-tiap rombongan bergegas menaikan barang maupun motor trail ke atas perahu lantaran arus Sungai Semamu per tiap menit semakin naik. Harus di akui, riak-riak sungai semamu sangat mengerikan kala itu

Seorang motoris dari atas perahu meminta untuk seluruh rombongan cepat menyebrang lantaran air Sungai Semamu mulai naik dan deras. Menurut warga sekitar, arus Sungai Semamu cukup berbahaya. Perlu diketahui, jarak antara Desa Semamu menuju desa seberang diperkirakan berjarak 500 meter, namun sepanjang perjalanan kondisi sungai mulai menunjukkan arus yang sangat deras dan berbahaya.

Perjalanan menantang di Sungai Semamu itu cukup membuat seluruh rombongan khawatir. Volume air sungai yang setiap waktu meningkat, hingga derasnya arus air yang turun daru hulu sungai cukup menyulitkan perahu – perahu rombongan untuk bisa sampai ke desa tujuan.

Kelompok – kelompok rombongan akhirnya bisa menepi bibir sungai. Sambil menunggu rombongan lain sampai, barang dan kendaraan mulai diturunkan satu – persatu. Gubernur kala itu tetap meminta rombongan untuk lengkap untuk melanjutkan perjalanan.

Rombongan terakhir yang dinantikan gubernur membawa kabar duka. Salah satu perahu rombongan mengalami insiden, yang mengakibatkan seorang rombongan ekspedisi meninggal dunia. Seluruh peserta rombongan syok mendapat kabar itu.

Gubernur meminta para peserta untuk tetap tenang dan duduk sejenak. Sambil berharap kabar baik pencarian, gubernur dan tim rombongan lainnya melakukan rapat taktis. Akhirnya ekspedisi itu kembali dilanjutkan ke Desa Binuang.

NAIK PERAHU : Gubernur saat menaiki perahu melalui derasnya arus sungai.

Sesampainya di Desa Binuang, rombongan gubernur disambut masyarakat dan Camat Desa Binuang. Gubernur kembali mengecek beberapa sarana desa yang sudah dibangun dan akan dibangun Pemprov Kaltara. Salah satunya sudah dibangunnya landasan pesawat di Desa Binuang.

Camat Desa Binuang, Marjuni menjelaskan sebelumnya landasan tersebut masih tanah rumput. Atas bantuan Pemprov Kaltara akhirnya landasan sudah bisa dilalui pesawat perintis lainnya. Marjuni mengatakan, landasan tersebut kini sudah dapat dilalui dengan segala jadwal penerbangan se Kaltara. Salah satunya pesawat subsidi barang dan penumpang dari pemerintah.

“Di hari Senin ada jadwal penerbangan dari Nunukan, Selasa dari Malinau,” ucap Marjuni saat berada di Balai Pertemuan Umum (BPU) pada Selasa (16/8/2023).

Baca Juga :  DPKP Kaltara Upayakan Permintaan Bantuan Pertanian Terpenuhi Tahun Ini

Kata dia, alat transportasi pengangkut barang dan penumpang hanya melalui udara. Ia pun sangat menantikan adanya transportasi jalur darat yang akan dibangun Pemprov di tahun mendatang.

“Saya sebagai perwakilan masyarakat Desa Binuang sangat berterima kasih atas pembangunan landasan pesawat,” terangnya usai menjamu rombongan.

Ke depanya ia berharap agar pemerintah melakukan perpanjangan pada lapangan terbang guna dapat dilalui oleh pesawat kapasitas besar.

MULUS : Aspal mulus Bandara Binuang yang dikunjungi gubernur.

Selanjutnya gubernur mengecek pusat perekonomian warga lainnya yang sudah mulai tumbuh. Yakni, SPBU di Long Umung, Kecamatan Krayan Timur, Kabupaten Nunukan. Ketua Asosiasi Pengusaha Perbatasan Indonesia (ASPPINDO) Novliana Turan menjelaskan, SPBU cahaya Kaltara beroprasi pada 1 Januari 2023 lalu.

Novliana mengaku, sebelum ada SPBU masyarakat harus rela menunggu antrean panjang di Long Bawan lantaran langkahnya BBM.

“Masyarakat kini dimudahkan dengan adanya SPBU di Long Umung,” ucap Novliana saat ikut menyambut kedatangan rombongan gubernur pada Rabu (16/8/2023).

Novliana mengatakan dengan adanya pembangunan SPBU di Long Turan, berdampak terhadap perputaran ekonomi warga setempat. Hal tersebut dibuktikan dengan munculnya warung-warung kecil di tiap rumah.

“Tentu masyarakat akan semakin sejahterah,” singkatnya.

Novliana menerangkan jika selama ini masyarakat Krayan terkendala dengan infrastruktur. Di mana terdapat jalan putus dan jembatan putus.

“Semoga infrastruktur dari Malinau menuju Krayan segera terealisasi dengan cepat,” harapnya.

Menurut dia, pertumbuhan ekonomi akan bertumbuh pesat jika diimbangi dengan pembangunan infrastruktur di perbatasan.

“Gubernur telah melihat langsung kondisi di Krayan, artinya ada harapan baru bagi masyarakat. Otomatis pembangunan bisa dibenahi satu per satu,” tuturnya.

SAMBUT : Novliana (kiri) saat menyambut kunjungan Gubernur Kalimantan Utara Zainal Paliwang di Long Umung Kecamatan Krayan Timur, Kabupaten Nunukan pada Rabu (16/8/2023).

Berakhirnya Safari Kemerdekaan dengan Ekspedisi Membelah Belantara Menembus Batas ditandai dengan Upacara Peringatan HUT ke-78 Republik Indonesia di Desa Long Bawan, Kecamatan Krayan Induk Kabupaten Nunukan.

Gubernur Kaltara, Drs. H. Zainal A. Paliwang SH, M.Hum bertindak sebagai inspektur upacara.Upacara ini juga dihadiri Ketua DPRD Kaltara yang diwakili Yacob Palung, Danrem 092/Mrl Brigjen TNI Ari Estefanus,S.Sos.,M.Sc, Wakapolda Brigjen Pol Kasmudi, S.I.K, beberapa kepala OPD di lingkup Pemprov Kaltara, Sekretaris Daerah Kabupaten Nunukan Serfianus, S.IP, M.Si, Camat se-Kecamatan Krayan, unsur forkopimcab Nunukan, dan masyarakat Krayan. (*)

UPACARA : Gubernur dan forkopimda Kaltara saat melaksanakan upacara HUT RI ke-78 di Long Bawan, Kecamatan Krayan.

Reporter: Okta Balang

Editor: Nicky Saputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *