Bupati Berau Cek Langsung Ketersediaan Hewan Kurban Jelang Idul Adha

benuanta.co.id, Berau – Jlang Idul Adha, sejumlah persiapan telah dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau. Salah satunya memastikan stok sapi kurban di sejumlah peternakan di Kabupaten Berau.

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas bersama Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Berau meninjau langsung beberapa titik penampungan hewan kurban di sekitar Jalan H Isa III, Kecamatan Tanjung Redeb.

Bupati Berau mengatakan kondisi hewan kurban yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan di Kabupaten Berau dalam kondisi sehat, dan sudah melalui beberapa tahapan hingga bisa dijajakan saat ini.

“Kondisi hewan dalam keadaan sehat dan terus terpantau di aplikasi. Karena data semua hewan kurban didaftarkan dan dapat dipantau terus lewat aplikasi tersebut,” ungkapnya Rabu (21/6/2023).

Stok ketersediaan hewan kurban pada tahun ini kata Sri Juniarsih Mas sudah lebih banyak ketimbang tahun sebelumnya yang cukup kesulitan mendapatkan tambahan stok hewan kurban.

“Karena tahun lalu kalau tidak salah ada penyakit hewan yang menyebar yang membuat susahnya hewan kurban masuk ke Berau. Tapi tahun ini berbeda, kita bisa mendapatkan lebih banyak stok untuk melayani permintaan hewan kurban,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Distanak Berau, Junaidi menambahkan hingga saat ini stok hewan kurban yang tersedia ada sebanyak 1.255 hewan kurban, berbeda dengan tahun lalu hanya tersedia sebanyak 1.181 hewan kurban.

”Hewan kurban yang tersedia kebanyakan berasal dari dalam dan luar Berau. Hewan kurban dari luar didatangkan dari NTT, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat dan Sulawesi Selatan. Sapi lokal juga ada,” ucapnya.

Junaidi menjelaskan, hewan kurban dari luar telah melewati pemeriksaan kesehatan dan karantina. “Karantina dilakukan selama 24 hari, baik dari daerah asalnya maupun ketika sudah sampai di Kabupaten Berau. Dua kali karantina, dari daerah asal dan ketika sampai di sini (Berau),” bebernya.

Junaidi menyebutkan hingga kini belum ada ditemukan adanya hewan kurban yang sakit. Sebab Distanak terus melakukan monitoring setiap harinya untuk memastikan kondisi dari hewan kurban yang tersebar di beberapa titik penampungan.

“Semua kandang kita cek rutin untuk mengindari jika ada hewan yang sakit agar cepat dipindahkan supaya tidak terdampak ke hewan lainnya,” terangnya.

Kendati demikian Junaidi berharap, pengawasan terhadap hewan kurban bisa terus ditingkatkan mengingat banyaknya permintaan masyarakat tentu harus memberikan pelayanan yang maksimal juga.

“Hewan kurban dari luar akan datang lagi. Kami optimis dengan peningkatan permintaan ini, kami juga dapat menyediakan hewan kurban yang berkualitas bagi masyarakat Bumi Batiwakkal,” pungkasnya. (*)

Reporter: Georgie Silalahi

Editor: Nicky Saputra

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
2902 votes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *