Datangkan Eks Pelatih PSM Makassar, Gubernur Harap Tim Sepak Bola Kaltara Bisa Lolos Pra PON 

benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Komite Olahraga Nasional (KONI) Kaltara mendatangkan mantan pelatih klub sepak bola PSM Makassar Assegaff Razak untuk meningkatkan kualitas tim sepak bola Bumi Benuanta untuk menuju Pra PON.

Gubernur Kaltara, Zainal Arifin Paliwang mengatakan, kalau dirinya bersama KONI Kaltara ingin melihat tim sepak bola Kaltara bisa lolos pada ajang pra Pekan Olahraga Nasional (PON).

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
2114 votes

“Tentu dengan datangnya pelatih yang sudah memiliki jam terbang yang tinggi, kita berharap agar kualitas tim sepak bola kita bisa terangkat hingga ke kancah Nasional. Apalagi atlet sepak bola kita inikan kita akui kurang memiliki pengalaman dalam pertandingan Nasional, sehingga dengan datangnya pelatih hebat kita berharap bisa mengejar prestasi,” kata Paliwang pada Selasa, 20 Juni 2023.

Baca Juga :  Australia Gagal Lolos ke 8 Besar usai Bermain Imbang 0-0 Lawan Qatar

Ia menambahkan dengan datangnya pelatih yang sudah memiliki jam terbang yang tinggi ini, juga diharapkan mampu mendongkrak kualitas atlet sepak bola Kaltara. Dimana tim sepak bola Kaltara harus mampu lolos pada ajang kualifikasi PON tahun 2024.

“Tidak hanya lolos PON saja. Tapi kalau perlu juga pulang dengan membawa medali PON karena itu juga merupakan harapan untuk olahraga Kaltara,” tambahnya.

Baca Juga :  AS Roma Lolos ke Semifinal setelah Menang Agregat 3-1 lawan AC Milan

Sementara itu pelatih baru tim sepak bola Kaltara Assegaff Razak mengatakan, kalau saat ini dirinya ingin fokus untuk menyeleksi atlet Kaltara yang layak untuk mengikuti ajang pra PON.

“Kita belum berbicara program karena saat ini kita baru masuk pada tahap seleksi dan selama proses seleksi atlet ini, para atlet kita tuntut untuk menampilkan performa terbaiknya,” kata Assegaff.

Selama proses seleksi atlet sepak bola ini, Assegaff menerangkan ada banyak sekali hal yang perlu dibenahi, khususnya persoalan kemampuan individu setiap atlet. Di mana dalam pengamatannya skill individu atlet yang mengikuti seleksi ini, masihlah kurang maksimal.

“Khususnya pada kemampuan kontrol bola dan passing bola, dua elemen ini sangat penting dalam sepak bola. Sehingga ke depan dua hal ini pun akan jadi fokus utama kita untuk pembenahan atlet,” terangnya.

Baca Juga :  Cuaca Panas Terik di Kaltara, Ini Penjelasan BMKG

Tak hanya itu, eks pelatih klub sepak bola PSM Makassar ini juga mengapresiasi keberanian Gubernur Kaltara yang tidak ingin menggunakan atlet naturalisasi dari daerah lain dan ingin menang dengan atlet kemampuan atlet lokal.

“Dengan jam terbang atlet yang masih kurang tentunya pemain naturalisasi selalu pertimbangan. Namun disini Gubernur menolak hal itu dan ingin Kaltara bisa menang dengan atlet lokalnya sendiri,” pungkasnya.(*)

Reporter: Osarade

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *