Lima Tahun Terakhir, Ratusan Orang Idap HIV/AIDS

benuanta.co.id, BERAU – Berdasarkan hasil data lima tahun terakhir yang Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau, ada ratusan masyarakat yang terkena penyakit Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immunodeficiency Syndrome (HIV/AIDS) di Kabupaten Berau.

Menurut Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinkes Berau, Garna Sudarsono, bahwa di awal tahun 2023 ini dari bulan Januari hingga Mei ada 13 orang yang positif terkena penyakit HIV/AIDS.

“Dari data yang kami catat di tahun 2023 ini ada 13 orang yang terjangkit HIV/AIDS,  semuanya sudah kita tangani,” ungkapnya Rabu (24/5/2023).

Kemudian data yang berhasil di catat oleh Dinkes sendiri dalam kurun lima tahun terakhir yaitu pada tahun 2018 ada sebanyak 36 orang yang terkena HIV/AIDS, 2019 ada 24 orang, 2020 ada 22 orang, 2021 ada 32 orang, 2022 ada 36 orang dan di tahun 2023 saat ini ada 13 orang.

Baca Juga :  Wujudkan Tata Kelola Berkualitas Melalui SPBE Bersama Seluruh OPD

“Jadi dari 2018 hingga 2023 ada sebanyak 163 orang yang terkena HIV/AIDS di Berau sendiri,  yang hasil dari oprasi Tim gabungan terpadu,” jelasnya.

Selain melakukan operasi gabungan terpadu, bahwa biasanya juga di lakukan di puskesmas yang ada di setiap kecamatan yang ada di Berau itu sendiri.

“Jadi pengecekan juga biasa di lakukan di puskesmas,  jika ada di dapati indikasi terjangkit HIV/AIDS  maka pihak puskesmas akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan,” bebernya.

Lebih lanjut, kata dia dari ratusan kasus yang ada, rata-rata yang terjangkit itu orang yang berasal dari luar Kabupaten Berau.

Baca Juga :  Bupati Imbau Masyarakat Rajin ke Posyandu

“Ada sebagian mereka yang bekerja di Berau namun bukan asli orang Berau. Rata-rata ini pendatang dari luar daerah, yang kemudian bekerja di Berau,” ujarnya.

Menurutnya dari tahun ke tahun, Dinkes Berau selalu rutin melakukan patroli gabungan terpadu yang terdiri dari Kepolisian, TNI, Satpol PP, kesbangpol dan juga dari dinkes sendiri.

“Tim gabungan terpadu sendiri biasa menyasar ke Tempat Hiburan Malam(THM), jika memang di dapati ada yang positif terkena HIV/AIDS maka kita langsung ambil tindakan seperti mengobatinya di rumah sakit,” ucapnya.

Sebab Ia menilai jika sudah mendapatkan pengobatan atau pencegahan awal di rumah sakit Berau, biasa pasien bisa langsung di kembalikan ke daerah asal, terlebih rata-rata yang terkena HIV/AIDS pendatang.

Baca Juga :  SPBE OPD Bertujuan Tingkatkan Pelayanan Publik

“Kalau yang terkena HIV/AIDS pekerja di THM, maka kami obat terlebih dahulu atau bisa langsung kami pulangkan ke daerah asal karena rata-rata memang pendatang,” tuturnya.

Untuk diketahui, kata dia tim gabungan sendiri biasanya melakukan operasi gabungan bisa setahun dua kali, namun semua itu tergantung anggaran yang ada.

“Bisa setahun dua kali razia gabungan, atau kalau anggaran kecil bisa setahun hanya satu kali,” pungkasnya.(*)

Reporter: Georgie Silalahi

Editor: Ramli

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
1906 votes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *