PSM Juara, Gubernur dan Wali Kota Makassar Jadi Sasaran Netizen Soal Pembangunan Stadion

benuanta.co.id, Makassar – PSM Makassar berhasil mengunci gelar juara Liga 1 Indonesia musim ini, sayangnya prestasi tersebut tidak ditunjang infrastruktur sarana olahraga yang dimiliki.

Mengingat dua stadion aset Pemprov Sulsel di Kota Makassar yang hendak dijadikan markas oleh PSM mengarungi kompetisi masih terbilang mangkrak yakni Stadion Barombong dan Mattoanging. Akibatnya PSM harus bertolak ke Kota Parepare untuk menggunakan stadion Gelora Bj Habibie.

Diketahui Stadion Barombong yang merupakan aset Pemprov tersebut masih terkendala legalitas dari PT. Gowa Makassar Tourism Development (GMTD). Sehingga penyelesaian stadion tersebut masih terkendala.

Sedangkan Stadion Mattoanging yang sudah rata dengan tanah agak sulit dibangun lantaran terkendala anggaran, di mana harus menggunakan rancangan awal sesuai desain kapasitas 40 ribu penonton dengan anggaran Rp1 triliun lebih. Desain tersebut telah menelan anggaran sebesar Rp20 miliar lebih.

Akibat tak kejelasan Stadion tersebut hingga PSM merajai kompetisi Liga 1, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman dan Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto dihujat habis – habisan di akun instagramnya.

“Juara tanpa stadion, malu apa bangga?” Tulis akun @themaczmanumi di kolom komentar akun Instagram Andi Sudirman.

“Tidak ada ucapan selamat untuk PSM Pak,” sindir akun @mhmmdaminrsyd. Di mana setelah PSM dipastikan juara Andi Sudirman diketahui belum memberi selamat baik itu bentuk lisan maupun tulisan di akun media sosial.

Sama halnya terpantau di akun instagram Danny Pomanto, @dpramdhanpomanto, Wali Kota Makassar dua periode ini jadi bulan – bulanan nitizen. Mayoritas di kolom komentar akun Instagram Danny Pomanto nitizen membandingkannya dengan Wali Kota Parepare, Taufan Pawe yang dianggap lebih perhatian terhadap PSM Makassar.

“Makasih Walicu Taufan Pawe,”tulis @ibank di kolom komentar Danny Pomanto. “Taufan Pawe For Sulsel,” tulis akun lainnya @mrizki.

Kepada awak media, Andi Sudirman Sulaiman bungkam ketika dimintai tanggapan soal PSM berhasil merajai kompetisi Liga tertinggi di Indonesia.

“Tema ini aja dulu,” kata Sudirman sembari berjalan ketika ditemui sejumlah awak media dalam kegiatan Bazar Ramadhan Gempita di Kantor Gubernur Sulsel, Senin (3/4/2023) kemarin.

Sementara itu Danny Pomanto cukup bangga dengan PSM Makassar yang berhasil melaju menjadi juara. “Saya bangga sekali (PSM Juara), banyak haters-ku PSM, tapi saya tidak peduli soal itu,” kata Danny di Makassar baru – baru ini.

Di sisi lain tersebar luas sebuah flyer yang melarang Gubernur Sulsel dan Wali Kota Makassar hadir di laga terakhir PSM Makassar melawan Borne FC di stadion Gelora Bj Habibie Parepare, 24 April 2023 nanti. Di mana laga tersebut menjadi ajang pesta PSM Makassar sebagai juara Liga 1.

“Gubernur Sulsel, Wali Kota Makassar, KONI Sulsel. Dilarang datang di laga terakhir PSM Makassar kontra Borneo FC di Parepare. Kami hanya ingin menonton bola, bukan mau lihat dan mendengarkan anda kampanye dan janjikan kami stadion,” bunyi isi postingan flyer tersebut yang tersiar luas.

Wakil Ketua Komisi A DPRD Sulsel bidang Pemerintahan, Arfandy Idris menilai, pembangunan Stadion Barombong dan Mattoanging, Pemprov dianggap tidak memiliki niatan sama sekali. Sebab Stadion Barombong tinggal finishing tapi dibiarkan terbengkalai. Sementara Mattoanging sulit untuk dibangun.

“Percuma ribut-ribut, tidak ada langkah konkrit yang dilakukan. Kalau saya menilai tidak ada sama sekali keinginan, jadi percuma. Ada sarana tinggal di poles sedikit, Barombong, kenapa tidak diselesaikan. Berarti memang tidak ada keinginan untuk membangun sebuah stadion kepentingan masyarakat,” ucap Arfandy.

Legislator dari fraksi Partai Golkar ini menyebutkan, indikator lain Pemprov tidak memiliki niatan membangun Stadion Mattoanging terlihat dari kucuran anggaran Rp66 miliar lebih. Dengan nominal kucuran tersebut berpotensi bersoal hukum di kemudian hari.

“Pasti bersoal hukum, karena total los itu namanya. Memang dianggarkan (Rp66 miliar), tapi apakah bisa dikerjakan? Cuman memang tidak bisa realisasi, kalau realisasi itu masalah hukum, total los, tidak sesuai dengan perencanaannya. Perencanaannya inikan Rp1,2 triliun, masa anggarannya 66 miliar, itu masalah hukum kalau terealisasi,” tandasnya.(*)

Penulis: Akbar

Editor: Ramli

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
1906 votes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *