Pelaku UKM Anyaman Pelepah Pisang di Malinau dapat Bimbingan dari Disprindagkop Kaltara

benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi (Disperindagkop) dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) kembali melaksanakan kegiatan bimbingan teknis (bimtek) kepada para wirausaha baru Industri Kecil Menengah (IKM) anyaman pelepah pisang di Gedung PKK Kabupaten Malinau.

Tujuan kegiatan Bimtek Wirausaha IKM Anyaman Pelepah Pisang di Kabupaten Malinau yaitu meningkatkan kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM).

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
1923 votes

“Untuk menumbuhkan Wirausaha Baru Industri Kecil dan Menengah dari sektor kerajinan pelepah pisang serta pemanfaatan bahan baku lokal untuk mendapatkan nilai jual yang lebih tinggi. Memiliki kemampuan membuat produk dengan bahan Pelepah pisang yang lebih inovatif,” kata Kepala Seksi (Kasi) Industri Agro dan Kimia Herlin Ike Meriana Disperindagkop dan UKM Kaltara Senin (13/3/2023).

Adapun kata dia, sasaran Bimtek Wirausaha Baru IKM anyaman pelepah pisang yaitu sebanyak 25 IKM di Kabupaten Malinau.

“Dilaksanakan pada hari ini Senin sampai Kamis mendatang. Lalu instruktur kegiatan ini adalah 2 orang terdiri dari Ibu Nova Retnawati dan Ibu Zuriyah dari Balai Besar Kerajinan dan Batik Yogyakarta,” ungkapnya.

Dijelaskannya sumber pembiayaan bimtek wirausaha IKM anyaman pelepah pisang di Kabupaten Malinau dari DIPA APBN Satuan Kerja Dekonsentrasi Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Provinsi Kalimantan Utara Tahun Anggaran 2023.

“Pada program penumbuhan dan pengembangan Industri Kecil dan Menengah DIPA APBN. Diharapkan pada kesempatan pelatihan ini, para peserta dapat mengikuti dengan sebaik-baiknya untuk menambah wawasan serta menerima materi dengan sungguh-sungguh sampai selesai,” jelasnya.

Kendati demikian, Herlin menjelaskan point penting Dinas Perindagkop dan UKM menilai kegiatan tersebut untuk menggerakan ekonomi daerah melalui berbagai upaya strategis pemberdayaan kewirausahaan para perajin.

“Untuk lebih berdaya saing dan mampu bersinergi dengan berbagai pihak, terlebih diera global dimana produk kerajinan Indonesia akan bersaing dengan produk sejenis negara-negara lain di dunia,” pungkasnya. (*)

Reporter: Georgie Silalahi

Editor: Yogi Wibawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *