Dulu Jadi Primadona Wisata Tarakan Kondisi KKMB Kini Memperihatinkan

benuanta.co.id, TARAKAN – Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan (KKMB) Kota Tarakan kini terbilang sangat memperihatinkan. Beberapa fasilitas di dalamnya banyak yang rusak hingga temapk tak terawat.

benuanta.co.id melakukan pantauan di beberapa titik KKMB. Jembatan – jembatan penghubung di dalam kawasan konservasi itu rapuh dan berlumut. Sebagian dari jembatan itu tak lagi lengkap, jembatan tampak keropos dan mudah ambruk.

Baca Juga :  Dinding Dapur Bernandus Jebol Kena Tanah Longsor

Ida salah seorang pengunjung KKMB sangat menyangkan kondisi KKMB yang sempat menjadi primadona itu kini tampak tak terurus lagi. Padahal, setiap akhir pekan KKMB selalu ramai dikunjungi masyarakat.

“Jembatannya ini kelihatan lumayan bahaya, apalagi saat kondisi sedikit hujan. Berapakali tadi saya hampir terpeleset karena lumutnya ini tebal, mungkin itu yang harus diperhatikan buat pengunjung,” ucap Ida kepada benuanta.co.id (5/2/2023).

Baca Juga :  Bea Cukai Tarakan Masih Sering Temukan Ballpress di Dermaga Penumpang

Tidak hanya Ida, pengunjung lainnya di kawasan konservasi tersebut, Rusdi juga merasakan hal yang sama. Terlebih dirinya dan keluarga cukup sering mengunjungi kawasan itu.

“Di sini kondisi jembatannya banyak yang bengkok, terus licin. Saya juga tidak tau kenapa kurang diperhatikan, apalagi ini banyak bangunan yang tidak diurus, kurang enak aja dipandang,” sebutnya.

Masyarakat sangat mengharapkan pemerintah kembali memugar KKMB agar menjadi salah satu tempat wisata yang ramai dikunjungi masyarakat Kaltara. (*)

Baca Juga :  BPJS Kesehatan Umumkan Aturan Baru Denda Iuran

Reporter: Edo Asrianur

Editor: Nicky Saputra

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
2902 votes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar

  1. Pertanyakan ke pemerintah provinsi yg menangani bgmna pemeliharaan utk KKMB, smntra dulu msh d bawah dinas pariwisata sangat terawat dan terpelihara, stlah d ambil alih oleh provinsi seratus persen jauh kata terpelihara, provinsi hanya ambisi sesaat, tp faktanya tdk sanggup utk melestarikan nya, dan perlu d pertanyakan jg, bukan kah anggaran utk pemeliharaan KKMB khususnya provinsi itu ada, heyyyy hello apakah hanya sekedar menarik retribusi, sementara kontribusi utk pemeliharaan KKMB sendiri tdk d perhatikan, ikon yg dulu nya sangat d bangga banggakan oleh pemerintah kota Tarakan, kini hanya tinggal sebuah nama setelah d ambil alih oleh pemerintah provinsi,,Jgn hanya ambisi sesaat utk menjadi orang hebat, tp nyata nya itu hanya ilusi sesaat bagi kaum serakah akan sebuah nama hebat d zamannya