Laconic Group Ajak Pemprov Kaltara Bekerja Sama Lestarikan Lingkungan

benuanta.co.id, BULUNGAN – Laconic Group perusahaan asal Chicago Amerika Serikat berkunjung dan bertemu dengan Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang. Tujuannya mengajak Pemerintah Provinsi Kaltara bekerjasama untuk melestarikan lingkungan.

Perwakilan Laconic Group, Mike Weeks mengatakan selain bekerjasama, ada keuntungan mendapatkan Carbon Credit dan bisa mendapatkan sumber dana yang banyak untuk Kaltara.

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
2114 votes

“Aset-aset yang ada di Kaltara sangat berharga itu kisaran jutaan sampai miliaran dolar, tapi tidak merusak lingkungan namun bisa dilakukan dengan melestarikan dan menjaga lingkungan,” ujar Mike Weeks kepada benuanta.co.id, Jumat, 10 Februari 2023.

Baca Juga :  SO2 Letusan Gunung Ruang Tak Berdampak pada Cuaca di Kaltara

Lanjutnya, Laconic datang untuk melaksanakan Maping Digital atau pemetaan, ini dapat memberikan keuntungan bagi Kalimantan Utara, dengan menjual Carbon Credit dan hasilnya nanti dibagikan kembali ke Kaltara untuk digunakan masyarakat.

“Hasilnya nanti bisa digunakan untuk menggunakan membangun jalan, sekolah dan lain-lainnya,” jelasnya.

Kata dia, untuk perhitungannya akan dilaksanakan oleh Kaltara sedangkan Laconic yang mengerjakannya, dimana ini akan melibatkan masyarakat Kaltara yang mencapai 500 orang lebih untuk mengumpulkan datanya.

Baca Juga :  Cuaca Panas Terik di Kaltara, Ini Penjelasan BMKG

“Perbedaan perusahaan asing dengan Laconic, jika perusahaan asing datang mengambil sesuatu dari Kaltara sedangkan Laconic ini membantu Kaltara untuk menjaga lingkungan sehingga Carbon Credit dan sebagainya itu tetap milik Kaltara bukan milik Laconic,” paparnya.

Mike menjabarkan jika kliennya ada dari Kanada, Karibia dan Timur Tengah, sama dengan yang ditawarkan dengan Kaltara untuk melestarikan lingkungan bertujuan menguntungkan wilayah tersebut.

Baca Juga :  PWI Kaltara: Media Komitmen Tangkal Berita Hoaks

“Nilai investasinya di Kaltara tergantung pak Gubernur. Banyak sekali diluar sana yang tertarik untuk berinvestasi di program ini, kira-kira ada sekitar 1 miliar dolar Amerika,” tutupnya.(*)

Reporter: Heri Muliadi

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *