Etle Berjalan, Tilang Manual Masih Diadakan

benuanta.co.id, TARAKAN – Sistem penilangan di Kota Tarakan diketahui sudah bertransisi menjadi tilang otomatis yakni melalui Electronic Traffic Law Enforcement (Etle). Etle telah resmi diterapkan pada akhir 2022 kemarin. Namun, tilang secara manual juga masih diberlakukan oleh pihak kepolisian Satuan Lalu Lintas (Satlantas).

Kapolda Kaltara, Irjen Pol Daniel Adityajaya melalui Dirlantas Polda Kaltara, Kombes Pol Rachmad Iswan Nusi menjelaskan tilang manual diperuntukkan pada pelanggaran dengan fatalitas yang tinggi. Seperti kebut-kebutan.

Baca Juga :  Wali Kota Melepas Kontingen KEMNAS V SIT Ulul Albab ke Cibubur, Ini Pesan Pembina Yayasan Dr.Syamsuddin Arfah

“Itu yang dapat menyebabkan fatalitas laka lantas yang tinggi. Sementara untuk pelanggaran ringan kami sifatnya edukasi dan simpatik,” jelasnya saat ditemui Benuanta, Senin (23/1/2023).

Ia juga menegaskan kepada masyarakat yang masih berfikir bahwa tilang manual ditiadakan. Tilang manual untuk fatalitas ringan terlebih dahulu pihaknya memberikan teguran.

“Kita tegur dulu secara tertulis atau lisan. Utamanya ya edukasi dulu kalau tilang manual,” sebutnya.

Rachmad melanjutkan, pihaknya telah mengusulkan pemasangan Etle di beberapa wilayah lain di Kaltara. Seperti wilayah Bulungan dan Nunukan. Namun pihaknya belum bisa memastikan waktu realisasi dari penilangan elektronik ini.

Baca Juga :  Persiapan PPDB 2023, Disdik Tarakan Minta Orang Tua juga Percaya Sekolah Swasta

“Kalau di Tarakan kita usulkan penambahan. Kemudian di Bulungan itu karena Ibu Kota dan juga Nunukan,” tukasnya.

Selain 2 jenis penilangan di atas, terdapat pula Etle Mobile. Pada sistem ini, personel Satlantas mengambil gambar terhadap kendaraan yang dianggap melanggar. Setelahnya gambar pelanggar akan dikirim ke bagian back office untuk diproses sebelum akhirnya surat tilang tiba ke tangan pengendara yang melanggar.

Baca Juga :  Kasasi JPU Dikabulkan MA, Arief Hidayat Bakal Kembali Masuk Lapas Tarakan

Ihwal data pelanggar hingga saat ini masih dinilai statis. Untuk Etle Mobile yang melekat pada anggota juga turut mengedepankan edukasi kepada pelanggar.

“Ya dengan fatalitas tinggi kita lakukan penindakan secara Etle Mobile. Seperti melawan arus itu kan kerawanan laka sangat tinggi. Apalagi di Tarakan kadang-kadang pelanggar tidak sadar kalau melanggar,” pungkasnya. (*)

Reporter: Endah Agustina

Editor: Yogi Wibawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *