Imigrasi Nunukan Tahan 6 WNA Asal Malaysia dan Filipina di Penghujung Tahun 2022

benuanta.co.id, NUNUKAN – Di tahun 2022 jumlah pelintasan Warga Negara Asing (WNA) di wilayah perbatasan Kalimantan bagian utara yakni di Kabupaten Nunukan mencapai 21. 885 orang.

Pada tahun 2021 Pelintasan WNA lebih sedikit hanya mencapai 58 orang saja, hal itu dikarenakan terjadinya pandemi dan dimasa itu dilakukan penutupan atau locdwon.

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
1901 votes

Kantor imigrasi Nunukan masih menahan 6 orang WNA di ruang detensi merupakan warga Malaysia dan Filipina yang masuk secara Ilegal, hal itu disampaikan oleh Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas II TPI Nunukan, Lukie Reza Kusumah, menjelaskan, pada Kamis 29 Desember 2022.

Baca Juga :  Lapas Nunukan Gelar Apel Berantas Halinar dan Razia Kamar Warga Binaan

“Mereka ini masuk secara Ilegal dan ke enam WNA itu sudah selama enam bulan di ruang detensi,” kata Lukie Reza, kepada benuanta.co.id.

Lanjutnya, pihaknya masih menghubungi perwakilan negaranya , karena belum mendapatkan dokumen perjalanan atau paspor pengganti dari negara asal mereka. Jika sudah didapat itu akan segera di pulangkan.

Lukie Reza mengatakan, lambatnya pendeportasian itu karena perwakilan dari Malaysia tidak di Nunukan, namun ada di Pontianak.

Baca Juga :  Waspada! Ada 92 Kasus Positif DBD di Nunukan

Pada saat WNA asal Malaysia ini diamankan pihaknya langsung menghubungi perwakilan mereka dan yang menyulitkan adalah tidak membawa identitas apa-apa, hanya saja pengakuan dirinya saja, namun untuk memastikan harus dicarikan data yang bersangkutan, misalnya alamat atau orang tuanya, data verifikasi itu yang lama di Malaysia.

Dengan pengakuan jati diri saja belum tentu orang bersangkutan adalah orang yang dia sebut. Karena rata-rata dari lahir di Malaysia namun karena ada kekerabatan di Indonesia entah apakah dia itu bapaknya atau mamanya.

Baca Juga :  925 WBP Lapas Nunukan Diajukan Terima Remisi Hari Raya Idulfitri

“Semuanya kita blacklist atau penangkalan tanpa kecuali yang melanggar hukum keimigrasian,” tegasnya.(*)

Reporter: Darmawan

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *