Toko Indonesia di Krayan Terbengkalai, ASPPINDO: Kita Tak Bisa Bergantung Terus dengan Malaysia

benuanta.co.id, NUNUKAN – Mulai rampung dibangun pada tahun 2019, Toko Indonesia di Krayan nyatanya saat ini terbengkalai. Asosiasi Pengusaha Perbatasan Indonesia (ASPPINDO) Kaltara berharap ada perhatian dari Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).

Ketua ASPPINDO Kaltara, Novliana mengatakan pihaknya sudah bersurat ke Gubernur Kaltara untuk mengelola Toko Indonesia di Krayan yang belum pernah beroperasi tersebut.

“Kita sudah bersurat, agar ASPPINDO bisa mengelola toko tersebut karena kebetulan sudah ada pengurus ASPPINDO DPC Krayan,” Ujar Novliana kepada benuanta.co.id, beberapa waktu lalu.

Baca Juga :  Nunukan Targetkan sebagai Penghasil Jagung di Kaltara

Diungkapkannya, semenjak pembangunan Toko Indonesia rampung, belum ada pihak yang mengelolanya. Sehingga Novliana berharap melalui ASPPINDO, Toko Indonesia yang terbengkalai tersebut dapat beroperasi di perbatasan.

“Kita berharap pengelolaan toko Indonesia ini, bisa menjadi langka awal bagi kita untuk mengembangkan pelaku usaha yang ada di perbatasan,” katanya.

Novliana mengatakan, tidak mengetahui alasan mengapa Toko Indonesia yang ada di Krayan belum difungsikan, sehingga ia sangat menyayangkan jika bangunan tersebut tak segera difungsikan.

Baca Juga :  250 Tanda Batas Lahan di Nunukan Bakal Digelar Serentak Februari

Lebih lanjut, Novliana mengungkapkan tak bisa dipungkiri, keberadaan Malaysia dan kebergantungan masyarakat perbatasan dengan produk Malaysia hingga saat ini masih sangat dibutuhkan masyarakat perbatasan, khususnya masyarakat di Krayan.

Sehingga ia berharap, baik Pemerintah Pusat, provinsi maupun kabupaten, agar dapat membangun infrastruktur di  wilayah Krayan sehingga bisa segera memfungsikan toko Indonesia.

Baca Juga :  Sekolah di Sembakung Terendam Banjir, Pelajar Diliburkan  

“Kita berharap nantinya baik material maupun produk itu dari dalam Negeri, kita tidak bisa terus-terusan bergantung dengan negara Malaysia,” tandasnya. (*)

Reporter: Novita A.K

Editor: Matthew Gregori Nusa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *