Hindari Spekulasi Harga, Eksportir Ajak Pembudidaya Rumput Laut Tingkatkan Kualitas 

benuanta.co.id, TARAKAN – Ekspor perdana rumput laut seberat 52,4 ton tujuan Vietnam merupakan ekspor langsung ke negara tujuan.

Pelaku ekspor, yakni CV. Delton memastikan kontainer akan berpindah kapal di Surabaya untuk selanjutnya melaju ke negara Vietnam.

Eksportir rumput laut, Agus Salim menerangkan ekspor langsung melalui Tarakan dapat memangkas waktu dan biaya. Meski ekspor perdana, ia mengakui akan berupaya menggandeng pembudidaya lokal agar terlibat langsung dalam meningkatkan kualitas ekspor ke depannya.

Baca Juga :  Inflasi November di Kaltara 0,10 Persen, Ini Catatan Bank Indonesia Kaltara

“Sebenarnya lebih mahal kalau dari sini (Tarakan) kalau dari Makasar itu ada kapal yang memang dari Vietnam jadi tidak singgah ke Surabaya lagi,” sebutnya, Jumat (16/9/2022).

Agus menguraikan persoalan ongkos kirim sendiri diakumulasikan dari awal hingga proses pengiriman sebesar US 2.500 per kontainer. Saat ini modal yang pihaknya keluarkan untuk ekspor 2 kontainer rumput laut kisaran Rp2,5 M.

“Harga perkilo itu dari harga petani sampai ekspor kurang lebih 10 persen, kisaran Rp. 40.000 itu kadarnya kering, yang diekspor ini kategorinya lembab kisaran 40 persen,” urainya.

Baca Juga :  Realisasi Penerimaan Pajak Per 1 Desember Telah Melebihi Target

Disinggung soal naik turunnya harga rumput laut menurutnya hal itu merupakan spekulasi dari pengusaha, sebenarnya harga rumput laut masih terbilang stabil hanya saja pemahaman petani dan pembudidaya lokal terhadap hal itu masih kurang tepat.

Agus menegaskan, petani dan pengusaha lokal lebih mengedepankan kuantitas sedangkan pihaknya kualitas.

“Jadi memang kuantitas agak besar tapi kualitas agak rendah, begitu harga turun agak kewalahan jadi itu tidak sesuai standar pengiriman keluar. Ke depan kita juga mau kolaborasi dengan pengusaha rumput laut lokal untuk mendapatkan bahan baku yang banyak,” bebernya.

Baca Juga :  Dewan Pengupahan Kota Tarakan Sepakati UMK Naik 7,44 Persen

Lebih jauh Agus mengatakan bahwa jenis rumput laut di Kaltara juga sangat dibutuhkan negara lain. Mengingat jenis rumput laut ini mereka gunakan untuk membuat kosmetik, makanan dan lainnya. (*)

Reporter: Endah Agustina

Editor : Nicky Saputra 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

fourteen + fifteen =