Wagub Ajak Kaum Milenial Kaltara Berliterasi

benuanta.co.id, BULUNGAN – Melalui acara Geliat Literasi di Kaltara, Wakil Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr Yansen TP melakukan peluncuran website YTPRayeh.com sekaligus menjadi pembicara bersama beberapa penulis buku lainnya di antaranya Dr. Afri ST Padan, Hepi Ramat, Dodi Mawardi, Masri Sareb Putra dan Pipih Nugroho.

Adapun buku yang dibahas di antaranya yakni Mengkhianati Keputusan Sendiri karya Yansen TP, Modal Alam dalam Pembentukan Daerah Otonomi Daerah Baru Kabupaten Krayan Kalimantan Utara milik almarhum Samuel ST Padan, Sistem Informasi Data Aktual Kinerja Kelompok Tani (Sidak Poktan) karya Dr Afri ST Padan dan buku milik Hepi Ramat berjudul Media Pembelajaran Kreatif.

“Sekilas orang pasti mengira saya sedang melaunching digital website saya dan memperkenalkan buku, itu tidak salah. Tetapi yang terkandung di dalamnya ajakan kepada masyarakat Kaltara khususnya millenial bagaimana berliterasi,” ucap Wakil Gubernur Kaltara, Yansen TP kepada benuanta.co.id, Selasa 22 Februari 2022.

Baca Juga :  RSUD JSK Bakal Gelar Forum Konsultasi Publik

Dirinya mengajak semua peserta literasi ini tak hanya sekadar menulis tapi maknanya sangat luas. Kata dia, orang dulu melakukan literasi itu dengan kearifan lokal dan budaya diungkapkan dalam bentuk verbal.

“Bukan hanya soal menulis tapi membaca, mencerna, memahami dan memberikan informasi itu juga literasi,” bebernya.

Geliat Literasi di Kaltara dipilih menjadi tema, dirinya mengajak semua orang menggali potensinya. Kata dia, di awal dipastikan ada perasaan tidak bisa, sulit dan tidak percaya diri dimana semua penulis akan merasakan hal itu termasuk dirinya saat pertama kali menulis.

“Ajakan saya ini untuk membuktikan, bahwa kita bisa contohnya hari ini kita orang Kaltara bisa membuat buku. Dulu adik saya almarhum Samuel dan Afri ST Padan tidak tahu menulis, tapi saya dorong dan menyemangati mereka ternyata bisa,” jelasnya.

Baca Juga :  Cuaca Buruk Diprediksi Landa Kaltara 

Mantan Bupati Malinau 2 periode ini berharap di Kaltara lahir sosok-sosok penulis, bukan sekadar bukunya tapi soal konteks yang memuat tentang Kaltara. Dia juga menginginkan, Kaltara bisa muncul di permukaan melalui karya literasi.

“Bisa saja Kaltara terungkap dengan difilmkan sehingga mendatangkan orang ke Kaltara,” tuturnya.

Dirinya mengakui tidak semua orang dapat menerima karyanya, dirinya menilai berarti buku tersebut tidak cocok dengan orang yang menolaknya, karena tidak mendapatkan apapun di dalamnya.

“Tapi saya akan balikkan mana karya anda jika menolak karya saya. Sebenarnya yang saya inginkan bukan hari ini, tapi kedepannya akan ada hasilnya melalui generasi muda,” paparnya.

Yansen menjelaskan, makna judul bukunya Mengkhianati Keputusan Sendiri, bukan dalam konotasi negatif tapi dengan alasan positif. Setidaknya ada dua pengkhianatan yang dilakukan Yansen Tipa Padan selama hidupnya terkait keputusan penting dalam hidupnya.

Baca Juga :  Gubernur Pastikan Tahapan Pemilu Berjalan Lancar

Pertama, mengkhianati keputusan sendiri tatkala bertekad pensiun dari dunia birokrasi dan sepenuhnya mengabdi kepada kepentingan keluarga yang selama ini dinomorsekiankan. Kedua, mengkhianati keputusan sendiri tatkala bertekad tidak terjun lagi ke dunia politik setelah dua periode menjabat selaku bupati Malinau.

“Mengkhianati disini bukan konotasi negatif, pengkhianatan pertama saya kepada keputusan sendiri terjadi ketika ia akhirnya kembali ke dunia birokrasi yang kala itu masih memerlukan sentuhannya. Pengkhianatan kedua kepada keputusan sendiri terjadi manakala suara rakyat yang memanggil lebih keras bergema dibanding hasratnya berhenti total dari dunia politik,” pungkasnya. (*)

Reporter: Heri Muliadi

Editor: Matthew Gregori Nusa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *