benuanta.co.id, TANA TIDUNG – Bupati dan wakil bupati Kabupaten Tana Tidung (KTT) melantik sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Administrator dan Pejabat Pengawas di Lingkungan Pemerintahan KTT pada Jumat, 16 Desember 2021.
Pengucapan sumpah dan janji jabatan diikuti oleh 22 peserta pelantikan yang dipimpin langsung oleh Bupati Tana Tidung, Ibrahim Ali yang dilaksanakan di Pandopo Djaparudin.
Diketahui sebelumnya, sejumlah pejabat yang mengisi kekosongan jabatan di lingkungan pemkab selama ini hanya berstatus sebagai Pelaksana Tugas (PLT).
Sehingga, dengan dilantiknya dan ditetapkannya status jabatan ini, diharapkan dapat membuat sejumlah kebijakan dan program daerah dapat terlaksana dengan baik.
“Plt ini kan memang banyak kekurangannya karena tidak bisa mengambil kebijakan sendiri, sehingga dengan ditetapkannya mereka sebagai pejabat tetap seperti posisi Kepala Dinas (Kadis), kita berharap setiap OPD nantinya memiliki gebrakan tersendiri,” kata bupati KTT, Ibrahim Ali.
Tak hanya itu, orang no 1 di KTT itu juga mengucapkan selamat kepada para pejabat yang baru dilantik dengan harapan pejabat yang terpilih dapat mengemban amanah dengan penuh tanggung jawab.
Ibrahim menegaskan, bahwa ASN merupakanabdi negara yang siap melayani masyarakat bukan sebaliknya.
“Saya tidak sungkan-sungkan untuk bertindak tegas dan selalu mengevaluasi kinerja seluruh ASN dengan tujuan perbaikan demi meningkatkan pelayanan kepada publik dan harus memahami 10 Program Kepala Daerah serta bekerja sesuai dengan visi misi yang telah direncanakan serta diimplementasikan dengan baik” ujarnya.
Pada kesempatan itu dirinya juga meminta agar produk-produk kerajinan melalui UKM/IKM di KTT dapat dipromosikan secara keseluruhan kepada masyarakat. Agar ekonomi masyakarat dapat bergerak sehingga masyarakat bisa merasakan manfaatnya.
“Insya Allah tahun ini kita akan buka galeri untuk prodok lokal kita. Sebelum itu terealisasi, tentunya produk harus kita siapkan terlebih dahulu,” terangnya lagi.
“Makanya OPD terkait saya desak untuk segera memulai langkah itu. Karena kan percuma jika galerinya ada tapi produknya belum memenuhi standar kita,” tutupnya. (*)
Reporter: Osarade
Editor: Matthew Gregori Nusa







