oleh

Monev di Malinau, Wagub Kaltara Yansen TP Ingatkan Kontraktor Utamakan Kualitas

MALINAU – Dalam rangkaian monitoring dan evaluasi (monev) di Kabupaten Malinau, Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Utara Dr Yansen TP MSi meninjau rehabilitasi gedung sekolah SMA Negeri 4 Malinau, di Kecamatan Mentarang dan SMK Negeri 2 Malinau Kota, Rabu (6/10/2021) siang kemarin.

Pada monev kali ini, Wagub didampingi Wakil Bupati Malinau, Jakaria, beserta sejumlah jajaran OPD teknis Pemprov Kalimantan Utara.
Wagub memperhatikan detik beberapa sudut ruangan SMA Negeri 4 Malinau yang mulai proses rehabilitasi. Antara lain ruang guru, ruang kelas, termasuk sejumlah fasilitas toilet sekolah.

Baca Juga :  Regenerasi Pengurus, Pemprov Harapkan Perkembangan Fatayat NU Kaltara

“Kami meminta kontraktor dan pengawas agar tidak main-main dengan pekerjaannya. Kualitas pekerjaan harus yang terbaik. Tidak dikerjakan asal-asalan. Karena ini memakai dana APBD Provinsi Kalimantan Utara,” tegas Wagub di sela kunjungannya.

Ia menjelaskan, Pemprov Kalimantan Utara ingin gedung yang direhabilitasi bisa bertahan lama dan berdampak besar terhadap kegiatan belajar mengajar siswa dalam rangka pengembangan SDM.

Baca Juga :  30 Ribu SDM untuk KIHI, Gubernur Minta Disiapkan

Adapun di SMK 2 Malina Kota, Wagub meninjau pembangunan ruang praktikum siswa jurusan Desain Permodelan dan Informasi Bangunan. Nilai kontrak pekerjaan ini mencapai Rp 1,4 miliar.

“Sama seperti di SMA 4 tadi, kami meminta keseriusan kontraktor dan pengawas melaksanakan tugasnya dengan baik dan dengan hasil yang terbaik pula,” tuturnya.

“Beberapa bulan ke depan kami akan kembali datang mengecek semua progres pembangunan di SMA 4 maupun SMK 2,” lanjutnya.
Sesuai laporan kontraktor, kegiatan rehabilitasi di SMA 4 Malinau bisa tuntas November nanti. Dan, SMK 2 bisa tuntas Desember atau akhir tahun.

Baca Juga :  Diapresiasi Pemerintah, Yayasan FKAB Fokus Tiga Pilar

“Dengan catatan tadi, kualitasnya harus terjaga dan baik,” tegasnya lagi.

Menurutnya, banyak pengalaman proyek dikerjakan tidak sesuai ekspektasi karena perencanaan dan pengawasan kurang serius.
“Jadi harapan kita, pembangunan dilaksanakan dengan baik. Kualitasnya terjaga dan memberi manfaat besar untuk masyarakat khususnya anak-anak sekolah kita,” tutur Wagub. (ADPIM)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *