Wabup Tana Tidung Hendrik Buka RPJMD Tahun 2021-2026

TANA TIDUNG – Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Tana Tidung (KTT) Hendrik, SH.,MH., membuka secara resmi kegiatan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah ( RPJMD) tahun 2021-2026, yang dilaksanakan di gedung Pendopo Djaparuddin, Kamis 25 Maret 2021.

Selain Wakil Bupati Tana Tidung Hendrik, SH.,MH., hadir pada kesempatan tersebut Ketua DPRD KTT, Anggota DPRD, Sekretaris Daerah, para Asisten, Staf Ahli, Kepala OPD, beserta tamu undangan lainnya.

Wabup Hendrik dalam sambutannya menyampaikan bahwa pada tanggal 22-24 maret 2021 kemarin telah dilaksanakan forum PD RPJMD KTT tahun 2021-2026 yang membahas penjabaran Visi Misi dalam RPJMD kedalam program kegiatan OPD sebagai pelaksana, sehingga diketahui program-program unggulan apa saja yang akan mendukung terlaksananya Visi Misi Kepala Daerah.

“Kita berkumpul dan membahas bersama-sama untuk menyatukan tekad, pikiran dan langkah-langkah kita untuk meningkatkan pembangunan Daerah di KTT tahun 2021-2026, dan sekaligus untuk meningkatkan kerjasama yang lebih efektif dalam konteks pembangunan manusia secara komprehensif,” jelasnya.

Lebih lanjut Wabup menyampaikan bahwa musrembang yang dilaksanakan pada hari ini merupakan bagian penting dalam rangka pembahasan rancangan RPJMD tahun 2021-2026, yang juga sesuai dengan Permendagri 86 tahun 2017 yang menyatakan bahwa musrembang dilaksanakan untuk pembahasan dalam rangka menyepakati permasalahan pembangunan, Prioritas Pembangunan, Arah kebijakan pembangunan, program, pagu Indikatif dan Indikator serta penyelarasan antara program pembangunan daerah dengan sasaran dan prioritas pembangunan Provinsi dan Nasional.

Pada kesempatan tersebut wabup Hendrik juga menyampaikan secara garis besar kondisi makro pembangunan KTT sampai tahun 2020. “Performance pendapatan KTT pada tahun 2016-2020 mengalami tren Fluktuatif cenderung meningkat dimana pendapatan daerah pada tahun 2016 sebesar Rp. 402,65 Miliar menjadi Rp. 688,24 Miliar pada tahun 2020,” ujarnya.

Namun kenaikan pendapatan ini tidak diiringi dengan peningkatan kemampuan belanja daerah, yang realisasinya justru mengalami tren menurun dari Rp. 918,22 miliar pada tahun 2016 menjadi Rp. 650, 18 Miliar pada tahun 2020.

Pertumbuhan Ekonomi di KTT kata wabup mengalami pertumbuhan negatif pada tahub 2020, dimana pada tahun tersebut memiliki pertumbuhan -0,74 persen dikarenakan dampak dari pandemi covid-19 yang menghantam perekonomian daerah.

“Untuk menggambarkan kondisi makro kesejahteraan masyarakat, dapat dilihat dari angka pengangguran dan tingkat kemiskinan, angka pengangguran di KTT cukup fluktuatif dimana terjadi peningkatan angka pengangguran pada tahun 2017 sebesar 5,32 persen, meskipun menurun secara progresif menjadi sebesar 4,59 persen pada tahun 2019. namun di karenakan pandemi covid-19, maka angka pengangguran di tahun 2020 meningkat menjadi 4,83 persen,” terangnya.

Sementara itu, untuk tingkat kemiskinan di tahun 2020 mengalami kenaikan jumlah penduduk miskin dari 1,34 ribu jiwa menjadi 1,46 ribu jiwa, dengan garis kemiskinan meningkat menjadi 4,81 persen.

“Kenaikan ini merupakan akibat dari kekhawatiran masyarakat terhadap penyebaran covid-19 yang muncul di Indonesia pada awal tahun 2020,” tukas Wabup.(*)

Reporter: Dwi
Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *