Warga Sebengkok Digegerkan dengan Penemuan Pria Gantung Diri di Kamar Kontrakannya

benuanta.co.id, TARAKAN – Warga Jalan Cendana RT 20, Kelurahan Sebengkok, Kecamatan Tarakan Tengah, Kota Tarakan, digegerkan dengan penemuan seorang pria dalam keadaan meninggal dunia dengan cara gantung diri di kamar kontrakan milik Bapak Nanang, Kamis (5/3/2026) sekitar pukul 14.00 Wita.

Korban diketahui bernama Boby (27), bekerja sebagai karyawan Toko Azko dan beralamat di Jalan P. Diponegoro RT 20, Kelurahan Sebengkok, Kecamatan Tarakan Tengah, Kota Tarakan.

Kapolsek Tarakan Barat, Ipda Niger Andian B, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan, pihak kepolisian awalnya menerima informasi dari Bhabinkamtibmas (Badan Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) Kelurahan Sebengkok.

“Awal mula itu kami dapat informasi dari Babin di Sebengkok. Babin dapat info langsung dari pihak keluarga, yaitu ibunya sendiri,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan ibu kandung korban, Masito (53), sejak pagi ia bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) di rumah pemilik kontrakan yang mereka tempati.

Baca Juga :  Kedapatan Kantongi Sabu, Pria di Nunukan Diamankan di Dermaga Bambangan

Sekitar pukul 10.00 Wita, korban mendatangi rumah pemilik kontrakan untuk meminjam tangga dengan alasan akan memperbaiki lampu di rumah kontrakan tersebut. Saksi terakhir melihat korban sekitar pukul 10.30 Wita saat meminjam tangga.

“Sekitar jam 10.00 korban masih ada, pinjam tangga dengan alasan mau pasang lampu,” jelasnya.

Sekitar pukul 13.00 Wita, Masito pulang ke rumah kontrakan untuk menemui anaknya. Namun saat tiba, pintu kamar korban dalam keadaan terkunci.

Ia sempat mengetuk dan memanggil korban, tetapi tidak mendapat jawaban.

Masito kemudian meminta bantuan kepada pemilik kontrakan, Bapak Nanang, untuk membuka pintu kamar secara paksa.

Sekitar pukul 13.30 Wita, pemilik kontrakan bersama seorang pekerjanya membuka paksa pintu kamar tersebut. Saat pintu terbuka, korban ditemukan dalam keadaan tergantung dan sudah meninggal dunia.

Baca Juga :  Polisi Selidiki Dugaan Jambret di Desa Seberang Sebatik Utara

Menurut keterangan pemilik kontrakan, korban dan ibunya telah menempati rumah tersebut selama kurang lebih dua hingga tiga tahun.

Selama itu, tidak pernah terjadi keributan maupun permasalahan antara korban dengan ibunya ataupun dengan masyarakat sekitar.

Korban diketahui bekerja di salah satu toko perabot yang ada di Jalan Mulawarman sejak sekitar dua tahun terakhir. Pihak manajemen juga telah dikonfirmasi oleh kepolisian.

“Sudah dikonfirmasi juga di Toko Azko sama manajernya, selama ini korban tidak ada masalah, baik-baik saja. Termasuk di lingkungan tempat tinggalnya juga tidak ada masalah,” ungkapnya.

Diketahui, korban seharusnya masuk kerja pada hari kejadian mulai pukul 13.00 Wita. Namun hingga waktu tersebut, korban tidak kunjung datang.

Manajer Toko Azko kemudian mendapat informasi bahwa korban telah meninggal dunia dan langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP).

Baca Juga :  Kedapatan Kantongi Sabu, Pria di Nunukan Diamankan di Dermaga Bambangan

Dalam penanganan awal, tiga orang saksi telah dimintai keterangan, yakni ibu korban, pemilik kontrakan, dan manajer Toko Azko.

Jenazah korban kemudian dibawa ke RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan untuk dilakukan visum guna mengetahui kemungkinan penyebab pasti kematian.

Ipda Niger menegaskan, penanganan kasus ini selanjutnya berada di bawah Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tarakan.

“Motifnya masih dalam penyelidikan Satreskrim Polres Tarakan. Untuk dugaan kriminal sementara belum bisa dipastikan ada atau tidaknya. Intinya masih dalam penyelidikan,” tegasnya.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi terkait penyebab kematian korban dan menunggu hasil resmi penyelidikan lebih lanjut. (*)

Reporter: Sunny Celine T

Editor: Endah Agustina

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *