“Kita berharap barang-barang Kaltara yang ke luar harus kita beri merek. Kalau perlu kita daftarkan dan terdaftar sebagai salau satu merek yang ada di Kaltara, sehingga masyarakat Kaltara bangga,” Gubernur Kaltara, Zaina A Paliwang.
RUMPUT laut merupakan hasil budidaya perikanan terbesar di Kalimantan Utara (Kaltara). Hasil rumput laut di Kaltara mencapai 627.875,45 ton pada tahun 2021 dan, menjadikan Kaltara sebagai salah satu penghasil rumput laut terbesar nasional. Meskipun sempat mengalami kesenjangan harga jual dan terdampak Covid-19, para petani rumput laut di Kaltara dinilai dapat bertahan dan tetap stabil memproduksi rumput laut.
Terlepas dari semua itu, tahun 2022 digadang-gadang akan menjadi awal baru atau nafas segar bagi seluruh pembudi daya rumput laut di Kaltara, terutama dengan kembali stabilnya harga jual rumput laut dan hadirnya Koperasi Multi Pihak (KMP) Kaltara di Hati sebagai perantara eksportir rumput laut Kaltara ke luar negeri.
Setelah mengalami penurunan harga, rumput laut di Kaltara khususnya di Kota Tarakan dan Kabupaten Nunukan kembali menduduki harga jual tertingginya. Para pembudi daya menduga hal tersebut diakibatkan oleh pengaruh iklim di Indonesia.
Ketua Asosiasi Rumput Laut Indonesia (ARLI) Tarakan, Nasir mengatakan harga jual rumput laut saat ini melesat tinggi. Harga jual yang biasanya berada di kisaran rata-rata Rp15 ribu/Kilogram (Kg) meningkat hingga 70 persen bahkan dua kali lipat.
“Sejak bulan lalu (Juni), harga jual rumput laut menjadi Rp25 ribu/Kg hingga Rp30 ribu/Kg. Kita bersyukur pembudi daya rumput laut bisa kembali menikmati penjualan dengan harga tertinggi ini,” ujarnya pada Koran Benuanta Rabu (6/7/2022).
Menurut Nasir hanya rumput laut di Kaltara yang berhasil panen. Sedangkan di wilayah Indonesia lainnya, produksi rumput laut bergantung dengan kondisi iklim. Salah satu penghasil terbesar yakni Sulawesi Selatan juga gagal panen karena terpengaruh oleh iklim.
“Kemungkinan hal tersebut yang membuat permintaan rumput laut naik dan mempengaruhi kenaikan harga rumput laut di Kaltara,” sebutnya.
Terpisah, Ketua Asosiasi Pedagang Rumput Laut Kabupaten Nunukan, Kamaruddin mengatakan saat ini harga jual rumput laut naik di tingkat petani. Semakin bagus kadar keringnya, harga juga akan lebih mahal. Tidak hanya di tingkat petani pembudidaya rumput laut. Bagi warga yang membetang juga ikut merasakan imbasnya yang tadinya hanya Rp10.000/ikat sekarang Rp15.000/ikat.
“Alhamdulillah harga rumput laut sekarang Rp33 ribu hingga Rp34,5 ribu/Kg bahkan lebih, kenaikan rumput laut ini juga berimbas ke pengikat bibit naik juga, di kisaran Rp13 ribu hingga Rp15 ribu,” kata Kamaruddin pada Senin, 4 Juli 2022.
Koperasi Multi Pihak (KMP) Kaltara di Hati dinilai akan berperan sangat penting bagi pertumbuhan ekonomi Kaltara dan kesejahteraan para pembudidaya rumput laut di Kaltara. Pasalnya, dengan adanya KMP Kaltara di Hati, hasil rumput laut Kaltara bisa langsung di ekspor ke luar negeri.
Dewan Pengawas KMP Kaltara di Hati, Fahmil mengatakan khusus untuk para pembudi daya rumput laut di Kaltara, KMP berperan sebagai penetral harga jual rumput laut. Sehingga harga akan stabil dan tidak akan terjadi fluktuasi.
“Peran kami sebagai penetral harga khusus petani yang sudah melakukan MoU dengan koperasi. Kita akan memberikan harga flat per tiga bulan,” ujar Fahmil.
“Konsep yang kami buat untuk mengurangi fluktuatif dalam harga rumput laut, jika ingin harga stabil ya jual ke koperasi, jika tidak ingin yang stabil bisa jual di luar koperasi,” tambahnya.
Dijelaskan Fahmil, ekspor mandiri dari Kaltara ke luar negeri sudah di depan mata, tinggal menunggu syarat dan ketentuan yang akan disiapkan oleh Direktorat Jendral (Dirjen) Perhubungan Laut (Hubla).
“Dalam waktu dekat akan ada kunjungan dari Dirjen Hubla, syarat dan ketentuan ekspor akan ditentukan oleh dirjen hubla. Kemungkinan besar ekspor terdiri dari Tarakan-China dan Tarakan-Seoul namun masih menunggu kajian dari Dirjen Perhubungan,” jelasnya.
Fahmil lanjut menjelaskan, dalam melakukan ekspor ke luar negeri, Kaltara tidak harus mengirim rumput laut lewat Jakarta, Surabaya atau Makassar.
“Soal ekspor Itu yang saat ini lagi kita godok, semua itu pastinya akan berdampak juga untuk peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Kaltara, mudah-mudahan dalam waktu cepat bisa terealisasi,” sebutnya.
Untuk diketahui, sejak diresmikan pada Kamis (16/6/2022) lalu, KMP Kaltara di Hati telah melakukan 3 kali sosialisasi ke petani-petani rumput laut dengan menggandeng Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kaltara sekaligus menyerap keluhan para petani rumput laut.
Terkait hal ini, Gubernur menyambut gembira atas dibentuknya KMP Kaltara Di Hati yang berkecimpung pada usaha rumput laut. Menurutnya kelompok anggota dalam KMP memiliki hak suara. Berbeda dengan koperasi konvensional.
“Jadi kekhasan KMP terletak pada pengelompokan keanggotaannya. Pengelompokan ini berbeda dengan dengan di koperasi konvensional, yang mana biasanya pengelompokan dilakukan berdasar teritori atau pertimbangan lain,” jelasnya Kamis (16/6).
Dengan berdirinya KMP Kaltara Di Hati ini nantinya dapat mempercepat proses ekspor. Tidak perlu lagi melalui kota lain seperti Makassar atau Surabaya. Tetapi dari Bumi Benuanta (Kaltara, red) langsung menuju negara yang dituju.
“Karena beberapa komoditas unggulan perikanan dan kelautan dimana salah satunya ialah rumput laut harus dilintasi terlebih dahulu melewati kota lain diluar Kaltara sebelum diekspor,” jelasnya lagi.
Sebagai informasi, pada tahun 2021 total produksi rumput laut di Kaltara mencapai 627.875,45 ton dari luas budi daya rumput laut 9.662,22 hektare. Angka ini merupakan bukti potensi besar rumput laut di Kaltara. Maka dari itu, Gubernur Zainal mengapresiasi beroperasinya KMP Kaltara Di Hati serta sangat bangga dengan pelaksanaan ekspor rumput laut perdana yang dilakukan langsung dari Kota Tarakan. Tentunya perlu dibarengi dengan edukasi langsung ke petani dalam hal budidaya hingga pengemasan.
“Sehingga pada akhirnya roda ekonomi di Kaltara akan terus berjalan kea rah yang positif dan dapat mensejahterakan masyarakat,” sebut Gubernur.
Setelah ini, nantinya hasil panen rumput laut di Kaltara yang akan diekspor akan memiliki merk dagang. Jadi calon pembeli ataupun pihak lain di luar sana akan mengetahui bahwa rumput laut tersebut berasal dari Kaltara. Sebab, rumput laut dari Kaltara merupakan salah satu rumput laut terbaik di Indonesia.
“Kita berharap bahwa kalau barang-barang Kaltara yang keluar harus kita beri merek kalau perlu kita daftarkan dan terdaftar sebagai salau satu merek yang ada di Kaltara, sehingga masyarakat Kaltara bangga,” tukasnya. (*)
Berita ini merupakan edisi 193 Koran Benuanta terbitan pekan ke-2 Senin, 11 Juli 2022
Reporter : Matthew Gregori Nusa
Editor : Nicky Saputra







