benuanta.co.id, TARAKAN – Masyarakat Tarakan diperlihatkan pemandangan antrean truk pada Rabu, 27 Juli 2022 pagi. Antrean truk ini disinyalir karena menunggu pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar.
Salah satu sopir truk, Fajri (34) mengatakan beberapa hari terakhir ia mengaku memang sering melihat antrean. “Tidak tahu juga kenapa mengantre belum ada juga pemberitahuan,” sebutnya.
Ia sengaja memilih waktu pagi untuk mengantre solar agar tidak terpotong waktu bekerjanya. Ia mengantre truk yang ia gunakan kesehariannya untuk mengangkut pasir.
“Tapi saya tanya tadi sama truk di depan itu katanya tidak lama ngantrenya, mungkin masih mengisi kali di dalam,” jelasnya.
Sales Branch Manager Rayon V Kaltimtara, Fuel Pertamina Tarakan, Azri Ramadan Tambunan menjelaskan itu kondisi normal yang mana proses pengisian dari tanki mobil ke tanki SPBU.
“Tangki ya lagi loading, setelah itu langsung penyaluran,” sebutnya.
Ia menuturkan bahwa sejauh ini juga tidak ada masalah dalam penyaluran BBM Solar. Setelah pengisian ke tanki penyaluran solar ke kendaraan akan berjalan dengan kondisi normal. Ia juga menguraikan dalam waktu sebulan alokasi solar untuk wilayah Tarakan kurang lebih 800 hingga 900 kiloliter per bulan.
“Tidak ada masalah, itu SOP saat loading BBM memang tidak boleh paralel pengisian ke kendaraan. Ini kondisi masih dalam normal,” singkat Azri. (*)
Reporter: Endah Agustina
Editor: Ramli







