TANJUNG SELOR – Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi dan UKM Provinsi Kaltara bakal menggelar lagi operasi pasar (OP) murah dengan konsep berbeda dari tahun sebelumnya.
Jika biasanya turun langsung ke tengah-tengah masyarakat dengan membawa semua komoditi, namun karena saat ini tengah mewabahnya Covid-19, maka sistemnya berubah menjadi dropping bahan pokok ke daerah tujuan operasi pasar.
“Untuk administrasi sudah berjalan semua, minggu lalu sudah kita kirimkan ke kabupaten kota di mana titik dilakukan operasi pasar. Itu dikoordinir dan kita minta bantu kelurahan atau desa titik OP-nya,” ungkap Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindagkop Kaltara Hasriyani kepada benuanta.co.id, Sabtu 9 Mei 2020.
Dia menuturkan, hampir semua kabupaten kota akan dilaksanakan operasi pasar. Di antaranya untuk Kabupaten Nunukan akan dilaksanakan di Desa Sedadap, Kabupaten Malinau di Desa Malinau Seberang. Lalu di Kota Tarakan itu di Kelurahan Mamburungan. “Di Kabupaten Bulungan ada 3 titik yakni di Pulau Bunyu, Desa Mangkupadi dan Desa Sekatak Buji,” sebutnya.
Untuk Nunukan dan Tarakan akan terlebih dahulu dilaksanakan operasi pasar, terlebih Tarakan tengah dilakukan PSBB. Maka dilakukan sistem dropping, tim akan bergerak dengan armada speedboat.
“Dari Satpol PP dan Dinas Kelautan punya armada laut, kemungkinan dua armada akan digunakan seperti Baracuda punya Dinas Kelautan,” bebernya.
Bahkan list bahan konsumen telah dikirim sepekan yang lalu ke titik operasi pasar. Jika item komoditi telah terpilih yang diinginkan masyarakat, maka pihaknya akan mengirimkan ke daerah operasi pasar. “Setelah item terpilih maka kita akan menyiapkan produknya dan sudah dikemas untuk didrop ke sana,” paparnya.
Hasriyani mengatakan, sempat ada informasi bantuan gula dari Kementerian Pertanian (Kementan) sebanyak 100 ton, hanya saja info terbaru gula dari Kementan tidak jadi datang, sehingga yang ditunggu hanya dari Bulog.
“Bulog katanya estimasi tanggal 11 Mei, gula sudah datang. Komoditi lainnya masih ada seperti beras, kalau punya Bulog itukan tepung, beras, minyak goreng, gula dan daging,” ucapnya.
Dirinya tidak tahu pasti berapa banyak gula yang datang, hanya saja gula yang akan masuk ke Bulungan itu sebanyak 75 ton. Itu untuk distribusi Bulungan, KTT dan Malinau sedangkan untuk Tarakan khusus melayani Nunukan jumlahnya kurang lebih ratusan ton. “Cakupan Bulungan 75 ton gula, jika tadi ada dari Kementan maka bisa banyak paketnya,” ujar Hasriyani.
Sebelumnya Bulungan telah melaksanakan operasi pasar online, dengan satu distributor yang mengeluarkan 3.000-an lebih paket sembako. “Ada 2 jenis item 100 ribu dan paket 200 ribu,” pungkasnya. (*)
Reporter: Heri Muliadi
Editor: M. Yanudin







