Agen LPG di KTT Sampaikan Penyebab Tabung Gas Langka, Kini Sudah Normal

benuanta.co.id, TANA TIDUNG – Agen pemasok LPG di Tana Tidung buka suara soal penyebab kelangkaan LPG kemarin. Pemberitaan benuanta.co.id, warga Tana Tidung sampai ke Sekatak membeli tabung gas untuk keperluan rumah tangga.

Nasir, agen LPG mengungkapkan, bukan suatu kesengajaan sehingga LPG menjadi sulit diperoleh warga Tana Tidung. Menurutnya, tidak juga terjadi penumpukan LPG subsidi dan nonsubsidi di pangkalan. Artinya baik agen dan pangkalan sama-sama kesulitan menyalurkan LPG bersubsidi dan non subsidi.

Nasir berpendapat, faktor infrastruktur jalan dan terbatasnya BBM untuk mobil pengangkut tabung gas LPG dari Samarinda ke KTT jadi kendala.

“Normalnya 5 atau 7 hari kita bisa Pulang-Pergi (PP) menyalurkan LPG subsidi ke KTT. Tapi karena faktor tadi, membuat kita PP ke KTT hingga 7 atau 9 hari, jadi terlambat penyalurannya ditambah mobil pengangkut kita juga terbatas,” ujarnya.

Baca Juga :  BPS Catat 5 Ribu Industri Mikro dan Kecil di Kaltara, Didominasi Makanan 67,81 Persen

“Baik pertamina dan mitra tentu selalu berbuat yang terbaik untuk masyarakat. Jadi, tentu kita berharap masyarakat juga bisa paham dengan kondisi yang kita alami saat ini,” ujarnya.

Namun, ia memastikan stok LPG di KTT sudah kembali normal setelah mobil pengangkut sudah tiba pagi Senin kemarin di KTT.

Lebih jauh dikatakan Nasir, selain 2 faktor itu sebelum menjelang hari Natal dan Tahun Baru (Nataru). Nasir bersama dengan agen LPG lainnya, sempat menjamin keamanan stok LPG yang ada di KTT. Tetapi karena adanya kenaikan harga LPG non subsidi yang ditetapkan oleh pemerintah, membuat masyarakat berbondong-bodong beralih menggunakan LPG subsidi.

Baca Juga :  Perkuat Literasi Jaminan Sosial, BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Insan Media

“Harusnya LPG subsidi ini hanya boleh digunakan oleh kalangan tertentu saja yang memiliki pendapatan tetap ke bawah. Bukan sebaliknya seperti kemarin, biar yang ekonomi mampu pun pakai LPG subsidi juga. Akhirnya ada sebagian masyarakat yang tidak kebagian,” pungkasnya.

Nasir menambahkan, menyalurkan tabung LPG subsidi kemasyarakat, bukan hanya sekedar bisnis semata saja. Selain menjadi perpanjangan tangan dari kebijakan pemerintah dalam memberikan hak masyarakat kurang mampu.

Menyalurkan LPG subsidi juga seperti melakukan amal kebaikan, mengingat penetapan harga HET LPG yang ditetapkan Pemda saat ini, sangat jauh dengan pengeluargan yang dikeluarkan dalam menyalurkan LPG subsidi.

Baca Juga :  Hyper 5G Telkomsel Dukung Kelancaran Perayaan Cap Go Meh 2026 di Kota Singkawang dan Pontianak

Oleh karena itu, Nasir pun mengharapkan adanya kesadaran masyarakat untuk saling mengingatkan, agar semua kebutuhan LPG subsisi bisa jatuh ke tangan yang tepat.

“Kita di lapangan tidak mungkin tahu pembeli mana yang masuk golongan mampu atau tidak mampu. Karena itu peran masyarakat juga penting di sini, untuk minimalnya menegur tetangga yang masuk dalam golongan mampu, tapi masih pakai LPG yang bersubsidi karena hal itu memang tidak boleh,” tutupnya. (*)

Reporter: Osarade

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *