benuanta.co.id, TARAKAN – Selama pandemi Covid-19, Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) diharapkan mampu bangkit dan membantu pemulihan ekonomi. Pelaku usaha yang terlibat ke dalam dunia perdagangan juga terus dilakukan edukasi berupa pengetahuan secara teknis untuk pasar ekspor impor.
Pelatihan ini dilakukan guna memberikan edukasi ke para pengusaha dalam memasarkan produk lokal, juga menunjang pencatatan riwayat aktifitas perdagangan di luar negeri.
Meski begitu, Direktur Perumda Aneka Usaha Tarakan, Mappa Panglima Banding, mengatakan selama ini catatan ekspor impor dari pengusaha di Kota Tarakan terbilang cukup kecil.
“Kita bisa lihat nanti di catatan perdagangan luar negeri kita. Selama ini banyak aktifitas yang tidak tercatat, padahal kan pengusaha punya kepentingan terkait produk impor mereka,” kata Direktur Perumda Aneka Usaha Tarakan, Mappa Panglima Banding, Kamis (16/12/2021).
Menurutnya pemerintah belum memiliki pintu untuk mencatat seluruh aktifitas ekspor impor tersebut.
“Kebanyakan proses ini dilakukan di Tarakan tapi tercatatnya di Surabaya,” tegasnya.
Selama ini Perumda Aneka Usaha memfasilitasi aktifitas ini, meskipun dengan komoditas yang terbatas. Adapun negara tujuan yang saat ini menjadi langganan ekspor yakni komoditas rokok.
“Tujuannya ke Sabah Malaysia, dan Filipina dan yang cukup banyak itu rokok. Tapi ke depan kita akan berdayakan juga ekspor untuk minyak goreng. Jadi kita impor minyak mentah dari wilayah lain di Indonesia lalu pengemasannya di Tarakan,” ungkapnya.
Selain rokok terdapat pula kebutuhan gula, beras, hingga material bangunan. Dia juga berencana menggandeng pengusaha lain seperti Kadin, Hipmi dan Apindo dalam proses dagang ini.
“Kita terus bersinergi ya membeli barang dengan harga yang segitu, lalu kita jual ke luar (negeri) dengan harga yang cukup bersaing,” jelasnya.
“Harapan kita wilayah kepabean ini dapat berkembang, dan bisa terus ekspor lewat Tarakan. Terlebih Tarakan ini mampu disinggahi dengan container dengan kapasitas yang besar,” tutupnya. (*)
Reporter : Endah Agustina
Editor : Yogi Wibawa







