NUNUKAN – Kue kering tak akan terlepaskan setiap momen menjelang hari raya Idul Fitri. Hal itu terlihat dari bermunculannya penjual kue kering di beberapa pasar tradisional Kabupaten Nunukan.
Pantauan benuanta.co.id seperti yang terlihat di Pasar Jamaker Nunukan, sejumlah pedagang kue kering mulai membuka lapak dagangannya di sekitar emperan kios maupun toko.
Salah satu pedagang kue kering Noviyanti Syahran (32) menceritakan, dirinya sudah berjalan seminggu yang lalu.
“Tahun ini harga kue kering mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya, jika tahun lalu harga kue kering berkisar Rp50 ribu, kini bisa mencapai Rp100 ribu per toples. Itupun tergantung besar kecilnya ukuran toples,” terangnya kepada benuanta.co.id pada Rabu, 5 Mei 2021.
Kata dia, warga Nunukan sudah mulai berdatangan membeli kue lebaran di tempatnya. Menurut dia, kue yang ia jual bukanlah kue titipan orang lainmelainkan kue buatan sendiri.
Mengenai harga, untuk sekilo harga kue yang dia jual dikisaran Rp50 ribu, jika setengah kilo Rp25 ribu. Harga ituberlaku untuk semua jenis kue kering, kecuali kecuali kue bangke, kue kurma dan kue rambutan yang sekilonya mencapai Rp80 ribu.
Noviyanti juga menjelaskan, kue kering ini akan terjual habis memasuki H-4 lebaran sebab di hari itu sebagian pekerja yang tidak sempat membuat kue mulai berburu kue untuk persiapan lebaran.
“Biasanya kami dapat Rp1 juta per minggu sebelum Idul Fitri, tapi sekarang cuman setengahnya saja, ini karena pandemi covid-19 pengunjung jarang. Tapi kita tetap syukurilah,” ucapnya. (*)
Reporter: Nasrul/Darmawan
Editor : Nicky Saputra







