benuanta.co.id, NUNUKAN – Diakibatkan stok ayam lokal kurang, harga ayam potong disejumlah pasar tradisional di Nunukan mengalami kenaikan yang mecapai Rp 48 ribu perkilogram.
Salera Abu Rosep (24) salah satu pedagang ayam yang berada di Pasar Inhutani mengatakan, ayam lokal sudah mulai kurang sebelum perayaan hari raya Idul Adha lalu.
“Sebelum lebaran itu, stok ayam lokal sudah mulai langkah, makanya kita datangkan ayam dari Tarakan,” kata Salera kepada benuanta.co.id, Selasa (25/6/2024).
Dikatannya, sebelumnya harga ayam perkilogram Rp 43 ribu, sementara untuk paha dan dada perkilogramnya Rp 45 ribu. Sementara untuk saat ini harga perkilogramnya berkisar Rp 45 hingga Rp 46 ribu.
“Kalau untuk harga dada dan paha saat itu Rp 48 hingga Rp 50 ribu perkilogramnya,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Nunukan, R. Dior Frames juga membenarkan jika saat ini stok ayam lokal tengah kurang di pasaran, hal ini lantaran sejumlah ayam potong yang ada di kandang peternakan masih kecil sehingga belum bisa untuk dipanen.
“Tidak kosong, hanya kurang saja karena memang dari peternak belum panen. Tapi beberapa pedagang masih ada juga yang menjual ayam lokal yang memang mereka punya kandang sendiri,” ungkap Dior.
Dior mengatakan, berdasarkan hasil pantauan DKUKMPP di lapangan, ayam di lapak pedagang masih tersedia dengan harga yang bervariatif. Yakni berkisar Rp 43 ribu hingga Rp 48 ribu perkilogramnya.
“Kalau dibandingkan dengan bulan lalu memang ada kenaikan sekitar Rp 3 ribu hingga Rp 5 ribu rupiah. Tapi nanti kalau stok sudah kembali banyak tentu harganya akan kembali normal lagi,” jelasnya. (*)
Reporter: Novita A.K
Editor: Nicky Saputra







