benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Layanan PDAM Danum Benuanta mendapatkan keluhan pelanggan. Keluhan datang dari seroang pengguna sosial media dengan nama akun dha_Borneo.
Pemilik akun ini berdomisili di daerah Kampung Arab Tanjung Selor Hulu. Warga ini mengeluhkan layananan air sudah bertahun-tahun tak kunjung membaik padahal dia selalu membayang tagihan PDAM tiap bulannya.
“Pemerintah dan DPRD belum hadir untuk menyelesaikan air bersih di tempat kami,” ucapnya dalam postingan di sosial media.
Selain itu, Ali (30) warga yang tinggal di Jalan Sultan Hasanuddin (PMD) RT. 08 mengatakan, bahwa air bersih yang ada di kawasan tempat ia tinggal berwarna coklat.
“Warna coklat, tidak jernih sama sekali yah kadang ada waktunya bagus ada juga tidak bagus airnya, tapi lebih banyak tidak baguslah airnya. Apalagi kalau sudah hari Sabtu dan Minggu air sangat susah mengalir,” ujarnya.
Dikonfirmasi, Direktur Utama (Dirut) PDAM Danum Winardi, menjelaskan terkait dengan keluhan warga yang ada di Kelurahan Tanjung Selor Hulu, permasalahannya ada pada di sumber air baku.
“Sungai buaya yang mengalami pendangkalan maka kami (PDAM) tidak bisa operasi produksi maksimal,” katanya, Senin (11/9/2023).
Lanjutnya menjelaskan, apalagi tahun ini (2023) sedang proses normalisasi Sungai Buaya dan Sungai Selor.
“Kita akan berusaha semaksimal mungkin untuk melayani distribusi air bersih ke rumah-rumah warga,” ungkapnya.
Selain itu, saat ditanyai masih adanya daerah yang belum mendapatkan jaringan air bersih seperti yang ada di Jalan Manunggal, ia mengakui bahwa belum ada jaringan pipa yang masuk ke daerah tersebut. Namun ia telah mengusulkan ke pemerintah daerah untuk tahun 2024.(*)
Reporter: Ikke
Editor: Ramli







