benuanta.co.id, NUNUKAN– Sebanyak 14 anggota DPRD dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) se-Kalimantan Utara (Kaltara) mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) khusus di Jakarta, 7–10 April 2026.
Kegiatan ini menjadi ajang krusial bagi wilayah yang belum memiliki keterwakilan di DPR RI untuk memperkuat taji legislator di tingkat daerah.
Mengusung tema ‘Wakil Rakyat yang Aspiratif, Akuntabel, dan Melayani Berbasis Nilai dan Etika Publik’, PKS ingin memastikan kadernya tidak hanya lihai dalam bermanuver politik, tetapi juga memiliki benteng integritas yang kokoh.
Anggota Komisi II DPRD Provinsi Kaltara, Muhammad Nasir, menegaskan Bimtek ini adalah investasi strategis untuk mempertajam fungsi legislasi, penganggaran, hingga pengawasan.
“Materi yang diberikan sangat komprehensif. Kami dibekali cara mengoptimalkan reses dan komunikasi politik agar tidak sekadar formalitas, tapi benar-benar menjadi solusi nyata bagi masyarakat,” ujar Nasir.
Diungkapkannya, dalam bimtek tersebut sejumlah poin-pun strategis jadi pembahasan tajam. Di antaranya, Transformasi Reses Peserta diarahkan agar hasil serap aspirasi (reses) menjadi dasar kuat dalam penyusunan Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD, bukan sekadar agenda rutin.
Lalu, Sinkronisasi Kebijakan yakni penekanan pada penyelarasan visi partai dengan arah pembangunan daerah agar kebijakan yang dihasilkan tepat sasaran.K emudian Transparansi dan Etika, di era keterbukaan informasi, legislator dituntut mampu membangun kepercayaan publik melalui komunikasi yang jujur serta pemahaman mendalam terkait risiko hukum pejabat publik.
Lalu, Personal Branding yakni materi khusus mengenai cara membangun citra legislator yang kredibel dan berintegritas di mata konstituen.
Tak hanya materi kelas, para peserta juga mengikuti Focus Group Discussion (FGD) berbasis klaster wilayah. Dalam klaster Kalimantan, para legislator Kaltara secara spesifik membedah isu-isu lokal untuk dirumuskan menjadi langkah kerja strategis sekembalinya mereka ke bumi Benuanta.
Nasir mengatakan, Presiden PKS menginstruksikan agar seluruh legislator PKS Kaltara pulang dengan semangat baru sebagai pelayan masyarakat.
“Menjadi wakil rakyat bukan sekadar fungsi formal, tapi soal menjaga amanah. Kami ingin kehadiran kami benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga Kaltara,” pungkasnya. (*)
Reporter: Novita A.K
Editor: Endah Agustina







