Produksi Telur Kaltara Jauh dari Kebutuhan, DPRD Soroti Ancaman Ketahanan Pangan

benuanta.co.id, NUNUKAN– Anggota Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Muhammad Nasir, memberikan perhatian serius terhadap kondisi ketahanan pangan di Kalimantan Utara.

Menyikapi data yang dirilis Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara mengenai produksi telur lokal yang baru mencapai 2.100 ton, sementara kebutuhan mencapai 25.000 ton, Nasir menilai hal ini menjadi tantangan besar dalam mewujudkan kemandirian pangan.

Data tersebut disampaikan dalam Pertemuan Saudagar Bugis-Makassar (PSBM) XXVI di Makassar, Kamis (26/3/2026). Dengan defisit yang cukup signifikan, Nasir menegaskan kondisi ini perlu menjadi perhatian bersama.

“Saat ini, sebagian besar kebutuhan pokok di Kalimantan Utara masih sangat bergantung pada pasokan dari luar daerah. Bahkan, komoditas harian seperti sayur-mayur pun sebagian masih didatangkan dari Sulawesi,” ungkap Nasir.

Menurut politisi PKS ini, Kaltara memiliki potensi lahan yang sangat luas. Namun demikian, ia menilai perlu adanya evaluasi terhadap strategi dan prioritas anggaran agar sektor pertanian dan peternakan lokal dapat lebih berkembang dan kompetitif.

Nasir juga berharap para peternak lokal ke depan mendapatkan dukungan yang lebih kuat agar mampu bersaing dengan distributor besar.

Kehadiran Nasir dalam ajang PSBM XXVI, yang dibuka langsung oleh Menteri Pertanian RI, H. Andi Amran Sulaiman, menjadi momentum strategis. Mengusung tema ‘Saudagar Tangguh, Ekonomi Tumbuh’, ia memanfaatkan forum tersebut untuk menjaring kolaborasi investasi guna mempercepat akselerasi ekonomi daerah.

“Kami mengundang para saudagar untuk melihat potensi Kaltara. Tantangan di sektor pangan ini sebenarnya adalah peluang investasi yang menjanjikan. Kita ingin Kaltara tumbuh menjadi basis produksi, bukan hanya sebagai pasar,” jelasnya.

Sebagai tindak lanjut, Komisi II DPRD Kaltara berkomitmen mendorong pemerintah daerah untuk menyusun peta jalan (roadmap) swasembada pangan yang lebih terukur. Mengingat posisi strategis Kaltara sebagai wilayah perbatasan, kedaulatan pangan dinilai menjadi kunci dalam menjaga stabilitas harga bagi masyarakat.

“Harapan kita semua adalah Kaltara yang berdaulat secara pangan. Dengan produksi mandiri, kita dapat memastikan ketersediaan kebutuhan pokok yang stabil dan terjangkau bagi masyarakat,” pungkasnya. (*)

Reporter: Novita A.K

Editor: Endah Agustina

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *