benuanta.co.id, NUNUKAN – Pemenuhan kebutuhan tenaga pendidik masih menjadi tantangan dalam penyelenggaraan pendidikan di Kabupaten Nunukan. Persoalan ini terutama berkaitan dengan kebutuhan guru di sejumlah wilayah yang belum sepenuhnya terpenuhi.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Utara wilayah Kabupaten Nunukan, Mahfuz, mengakui ketersediaan tenaga pengajar masih perlu mendapat perhatian di tengah upaya pemerintah memperkuat sarana dan prasarana pendidikan.
Menurutnya, kebutuhan guru di sejumlah wilayah belum seluruhnya dapat dipenuhi. Kondisi tersebut berkaitan dengan belum adanya penambahan pegawai negeri sipil (PNS), sementara perekrutan tenaga honorer juga tidak lagi dapat dilakukan seperti sebelumnya.
“Ini menjadi tantangan tersendiri bagi penyelenggaraan pendidikan, terutama kita di Kabupaten Nunukan yang memiliki wilayah perkotaan, kepulauan, pedalaman hingga kawasan perbatasan dengan karakteristik geografis berbeda,” terang Mahfuz.
Ketersediaan guru menjadi salah satu faktor penting dalam memastikan kegiatan belajar mengajar berlangsung optimal. Sebab, keberadaan gedung sekolah dan fasilitas pendukung belum cukup apabila tidak diimbangi jumlah tenaga pengajar yang sesuai kebutuhan.
Mahfuz menjelaskan, pemerintah terus mendorong penguatan sarana pendidikan di Kabupaten Nunukan. Salah satu bentuknya terlihat dari pembangunan gedung SMAN 3 Nunukan yang baru-baru ini diresmikan
Gubernur Kalimantan Utara.
Selain pembangunan fasilitas, sekolah juga mulai mendapatkan dukungan pemanfaatan teknologi melalui penyediaan akses internet di wilayah pedalaman. Namun, berbagai dukungan tersebut perlu diimbangi dengan pemenuhan kebutuhan sumber daya manusia agar dapat memberikan dampak langsung terhadap proses pembelajaran.
“Untuk kebutuhan guru, memang masih kurang khusnya di wilayah pedalaman. Sementara penambahan PNS belum ada, dan tenaga honorer juga tidak bisa lagi direkrut seperti sebelumnya,” jelasnya.
Keterbatasan tenaga pendidik berpotensi menyulitkan sekolah dalam mengatur pembagian tugas mengajar apabila jumlah guru yang tersedia tidak sebanding dengan kebutuhan pembelajaran. Karena itu, pemetaan kebutuhan guru di setiap satuan pendidikan menjadi penting untuk mengetahui sekolah yang masih membutuhkan tambahan tenaga pengajar.
Terlebih, kondisi sekolah di wilayah pedalaman dan perbatasan tidak selalu sama dengan sekolah di kawasan perkotaan. Faktor jarak, akses transportasi, serta kondisi geografis dapat memengaruhi penempatan dan ketersediaan tenaga pendidik.
Dalam konteks tersebut, kebijakan pemenuhan guru perlu mempertimbangkan kebutuhan masing-masing sekolah agar distribusi tenaga pengajar dapat berjalan lebih proporsional.
Di Kabupaten Nunukan, saat ini terdapat 31 SMA negeri dan swasta yang melayani kebutuhan pendidikan tingkat menengah atas di 21 kecamatan. Jumlah sekolah yang dinilai telah memenuhi kebutuhan secara umum tetap harus diimbangi dengan kecukupan tenaga pendidik.
Dengan demikian, persoalan pendidikan tidak hanya berhenti pada pembangunan ruang kelas atau penambahan fasilitas, tetapi juga memastikan setiap sekolah memiliki tenaga pengajar yang memadai. Mahfuz berharap dukungan pemerintah terhadap sektor pendidikan dapat terus berlanjut, termasuk dalam menjawab kebutuhan tenaga pendidik di wilayah perbatasan.
Pemenuhan guru menjadi bagian penting agar pengembangan infrastruktur, perluasan akses internet, dan berbagai program pendidikan lainnya dapat berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pembelajaran.
“Karena kualitas layanan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh fasilitas yang tersedia, tetapi juga oleh kemampuan sekolah menyediakan proses belajar mengajar yang efektif bagi seluruh siswa,” pungkasnya. (*)
Reporter: Novita A.K.
Editor: Endah Agustina







