benuanta.co.id, NUNUKAN – Kondisi geografis masih menjadi tantangan dalam pemerataan layanan pendidikan di Kabupaten Nunukan, terutama di wilayah pedalaman dan perbatasan seperti dataran tinggi Krayan.
Selain keterbatasan akses transportasi, pemerataan konektivitas internet juga menjadi bagian penting dalam mendukung kegiatan belajar mengajar di wilayah yang jauh dari pusat perkotaan.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Utara wilayah Kabupaten Nunukan, Mahfuz, mengatakan dukungan terhadap pendidikan di wilayah perbatasan perlu dilakukan melalui berbagai aspek, termasuk infrastruktur jalan dan pemanfaatan teknologi.
Menurutnya, akses transportasi memiliki hubungan erat dengan kelancaran penyelenggaraan pendidikan. Kondisi jalan yang memadai dapat mendukung mobilitas tenaga pendidik sekaligus mempermudah distribusi berbagai kebutuhan sekolah.
Sehingga, ia mendukung upaya Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara yang terus memperjuangkan perbaikan akses jalan di dataran tinggi Krayan kepada pemerintah pusat.
“Untuk akses jalan di wilayah dataran tinggi Krayan, kami mendukung upaya pemerintah provinsi yang terus memperjuangkan perbaikannya ke pemerintah pusat. Infrastruktur ini juga penting untuk menunjang pendidikan di wilayah perbatasan,” ujarnya.
Di wilayah dengan tantangan geografis seperti Krayan, persoalan akses tidak hanya berkaitan dengan mobilitas masyarakat. Keterjangkauan sekolah, distribusi kebutuhan pendidikan, serta kelancaran aktivitas tenaga pendidik juga menjadi aspek yang perlu diperhatikan.
Ketika akses transportasi khususnya akses jalan menghadapi kendala, penyelenggaraan pendidikan membutuhkan dukungan infrastruktur lain agar kegiatan pembelajaran tetap berjalan dengan baik.Salah satu upaya yang mulai dikembangkan adalah pemanfaatan teknologi untuk memperluas akses informasi dan sumber belajar.
Mahfuz menyampaikan, sekolah-sekolah di wilayah pedalaman mulai mendapatkan dukungan akses internet melalui bantuan perangkat Starlink dari pemerintah. Kehadiran perangkat tersebut membuka peluang bagi sekolah di daerah terpencil untuk mengakses sumber belajar digital dan memanfaatkan jaringan internet dalam kegiatan pembelajaran.
“Dengan konektivitas yang lebih baik, sekolah di pedalaman diharapkan memiliki kesempatan lebih luas untuk menggunakan materi pembelajaran digital, mengakses informasi pendidikan, serta mengikuti perkembangan metode pembelajaran,” terangnya.
Meski demikian, pemanfaatan teknologi tetap membutuhkan dukungan sarana dan kesiapan di tingkat sekolah. Ketersediaan perangkat, kemampuan tenaga pendidik dalam memanfaatkan teknologi, serta keberlangsungan layanan internet menjadi aspek yang turut menentukan efektivitas penggunaannya.
Kabupaten Nunukan memiliki karakteristik wilayah yang beragam, mulai dari kawasan perkotaan, kepulauan, pedalaman hingga daerah perbatasan. Perbedaan kondisi tersebut membuat kebutuhan infrastruktur pendidikan tidak dapat disamakan di setiap wilayah.
“Pembangunan fasilitas sekolah dan penyediaan akses internet karena itu perlu berjalan beriringan dengan perbaikan infrastruktur dasar,” jelasnya.
Menurut Mahfuz, dukungan terhadap akses jalan dan konektivitas menjadi bagian dari upaya memperkuat layanan pendidikan di wilayah perbatasan.
Pemerataan pendidikan tidak cukup hanya memastikan sekolah tersedia. Dukungan terhadap akses menuju sekolah dan pemanfaatan teknologi juga diperlukan agar siswa di wilayah terpencil memiliki kesempatan belajar yang lebih setara. (*)
Reporter: Novita A.K.
Editor: Endah Agustina







