Pemerataan SMA di Nunukan, 31 Sekolah Layani Siswa di 21 Kecamatan

benuanta.co.id, NUNUKAN – Jumlah sekolah menengah atas (SMA) di Kabupaten Nunukan dinilai telah mencukupi kebutuhan pendidikan di 21 kecamatan. Namun, di tengah pemerataan fasilitas tersebut, sejumlah sekolah justru menghadapi persoalan kekurangan siswa.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Utara wilayah Kabupaten Nunukan, Mahfuz, menyebut saat ini terdapat 31 SMA, baik negeri maupun swasta, yang tersebar di Kabupaten Nunukan.

Menurutnya, keberadaan sekolah tersebut secara umum telah mampu mengakomodasi kebutuhan layanan pendidikan tingkat menengah atas di wilayah Kabupaten Nunukan.

“Kalau untuk jumlah sekolah, sudah memenuhi kebutuhan siswa di 21 kecamatan yang ada di Kabupaten Nunukan. Bahkan, masih ada sekolah tingkat SMA, baik negeri maupun swasta, yang kekurangan siswa,” ungkap Mahfuz.

Baca Juga :  Disdikbud Kaltara Arahkan Program Seni Selaras dengan Kebijakan Pusat

Kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan pendidikan di Nunukan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan bangunan sekolah, tetapi juga bagaimana jumlah peserta didik dapat terdistribusi sesuai kapasitas dan kebutuhan masing-masing satuan pendidikan.

Di sisi lain, pengembangan fasilitas pendidikan tetap dilakukan untuk menunjang proses belajar mengajar. Salah satunya melalui pembangunan gedung SMAN 3 Nunukan yang baru-baru ini diresmikan Gubernur Kalimantan Utara.

Penambahan fasilitas tersebut diharapkan dapat mendukung kebutuhan pembelajaran sekaligus memperkuat layanan pendidikan di Kabupaten Nunukan. Meski demikian, pengembangan sekolah tidak serta-merta diikuti penambahan rombongan belajar (rombel) secara merata.

Baca Juga :  Kondisi Geografis Jadi Tantangan Pemerataan Fasilitas Pendidikan di Nunukan

Mahfuz menjelaskan, kebijakan penambahan rombel harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing sekolah. Pihak sekolah terlebih dahulu mengajukan usulan yang kemudian dipertimbangkan berdasarkan kebutuhan layanan pendidikan.

SMAN 3 Nunukan menjadi salah satu sekolah yang berencana menambah rombel pada tahun ajaran baru mendatang. Rencana tersebut berkaitan dengan adanya bantuan program revitalisasi sekolah dari pemerintah pusat.

“Penambahan rombel itu sesuai kebutuhan sekolah. Pihak sekolah yang mengusulkan, kemudian disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan yang ada,” jelasnya.

Penyesuaian kapasitas sekolah menjadi penting agar pembangunan sarana pendidikan berjalan seimbang dengan kebutuhan peserta didik. Dengan demikian, fasilitas yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal dan tidak sekadar menambah kapasitas bangunan.

Baca Juga :  UPTD TIKP Disdikbud Kaltara Dorong Guru SMA Tana Tidung Kembangkan Konten Digital Pendidikan

Di Kabupaten Nunukan, tantangan pemerataan pendidikan juga berkaitan dengan kondisi geografis. Sebaran penduduk yang mencakup wilayah perkotaan, kepulauan, hingga pedalaman membuat kebutuhan layanan pendidikan di setiap kecamatan tidak selalu sama.

Karena itu, pemenuhan kebutuhan sekolah perlu mempertimbangkan distribusi siswa, ketersediaan tenaga pendidik, serta kemampuan sekolah dalam menyediakan proses pembelajaran yang memadai.

Mahfuz berharap pengembangan pendidikan di Nunukan dapat terus disesuaikan dengan kebutuhan riil di lapangan, sehingga keberadaan sekolah mampu memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. (*)

Reporter: Novita A.K.

Editor: Endah Agustina