benuanta.co.id, BULUNGAN – Potensi energi minyak dan gas (Migas) di Kabupaten Bulungan khususnya di Kecamatan Bunyu terbilang cukup melimpah. Hal itu ditandai dengan hadirnya sumur baru yang telah digali oleh PT Pertamina EP (PEP) Bunyu Field.
PJS Senior Manager Bunyu Field, Agung Setyawan menuturkan di awal tahun 2022, PT Pertamina EP (PEP) Bunyu Field yang merupakan bagian dari Subholding Upstream Regional 3 Zona 10 telah berhasil melakukan pengeboran sumur B-2102 dan B-2103. kk
“Setelah berhasil melakukan pengeboran sumur B-2102 dan B-2103, PT PEP Bunyu Field kembali melakukan pengeboran sumur ketiga dan keempat, yaitu sumur B-2105 dan B-2109 yang ditandai dengan doa bersama dan syukuran tajak sumur,” ucap Agung Setyawan kepada benuanta.co.id, Kamis 10 Maret 2022.
Agung mengatakan, pengeboran sumur pengembangan ini merupakan wujud komitmen Pertamina Subholding Upstream Regional 3 Kalimantan untuk terus berinvestasi dalam mempertahankan produksi migas, yang penting dalam mendukung pencapaian target produksi nasional.
“Jadi pengeboran kedua sumur ini diharapkan mampu meningkatkan produksi migas Bunyu Field yang saat ini mencapai 4.529 BOPD minyak dan 7.951 MSCF gas. Kedalaman pengeboran kedua sumur tersebut diperkirakan mencapai 2.700 mMD,” sebutnya.
Kata dia, PEP Bunyu terus bersinergi dengan semua pemangku kepentingan terkait sehingga kegiatan pengeboran dapat berjalan lancar dan sesuai dengan tata waktu yang ditentukan. PEP Bunyu tetap menjalankan secara ketat protokol kesehatan di area pengeboran sesuai dengan prinsip perusahaan.
“Kami selalu mengutamakan aspek HSSE dalam seluruh kegiatan operasi dan bisnis migas. Selain itu, sebagai bentuk rasa syukur perusahaan atas kegiatan tajak ini. PEP Bunyu menyerahkan santunan untuk 50 orang dhuafa di Kecamatan Bunyu berupa uang tunai dan daging sapi,” paparnya.
Agung menambahkan, PEP Bunyu Field dan seluruh anak perusahaan di bawah pengelolaan Subholding Upstream Regional 3 Kalimantan akan terus bersinergi dan berkolaborasi untuk menghasilkan energi yang selamat dan berkelanjutan.
“Hal ini penting untuk memastikan bahwa operasi migas perusahaan dapat mendukung ketahanan energi nasional dan peningkatan perekonomian masyarakat terutama di Kecamatan Bunyu,” pungkasnya. (*)
Reporter: Heri Muliadi
Editor: Matthew Gregori Nusa







