Adang Virus, Bandara Tanjung Harapan Kini Dilengkapi Thermal Scanner

TANJUNG SELOR – Kalimantan Utara menjadi salah satu pintu masuk dari negara luar. Dengan merebaknya Virus Corona di Indonesia, maka pintu masuk seperti bandara dan pelabuhan diperketat pengawasannya. Setiap penumpang baik WNI maupun warga negara asing diperiksa.

“Titik pengawasan Virus Corona salah satunya di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di Tarakan dan KKP Nunukan. Di mana pelayanannya ditingkatkan dengan bantuan tim dari luar seperti Puskesmas, PMI dan TNI Polri,” ucap Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltara Usman melalui Kabid P2P Agust Suwandy kepada benuanta.co.id, Rabu 5 Februari 2020.

Kata dia, sudah ada pos didirikan seperti di Pelabuhan Malundung Tarakan dan Bandara Internasional Juwata Tarakan. Lalu di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan dengan dipasangi alat pemantau suhu tubuh atau Thermal Scanner.

Ini perlu karena Pelabuhan Tunon Taka Nunukan menjadi pintu masuk dari Negara Malaysia. “Mereka bertugas untuk mengawasi dari orang yang terkena suspek yang sudah ada. Jika ada lalu diperiksa dan dikarantina,” jelasnya.

Baca Juga :  Drainase Tersumbat, Warga Jalan Semangka Keluhkan Banjir dan Bau Tak Sedap

“Thermal Scanner sudah terpasang di Bandara Internasional Juwata Tarakan, yang terpasang itu dengan spesifikasi tinggi. Sehingga daerah lain belum perlu dipasang karena sudah ter-backup di Tarakan seperti ke Malinau dan Tana Tidung,” sambungnya.

Karena Alat Thermal Scanner di Pelabuhan Tunon Taka dipasangi alat yang baru, maka yang lama dipasang di Bandara Tanjung Harapan. Dengan demikian tidak ada satupun orang yang lolos dari pantauan. “Thermal Scanner dari Nunukan dipindahkan ke Tanjung Selor. Saya rasa aman, karena sudah beberapa kali di filter dari Jakarta, Surabaya, Balikpapan lalu ke sini,” bebernya.

Walaupun belum ada yang terjangkit, tapi data dari Kementerian Kesehatan sudah ada dicurigai sebanyak 19 orang. Hanya saja daerah mana saja pihaknya belum dapat data by name by address-nya.

Tapi dipastikan aman jika dari daerah tujuan seperti China sudah di Karantina selama 14 hari, maka saat ke Indonesia sudah tidak ada penyakit. “Apakah sudah ada indikasi atau suspek, Alhamdulillah belum ada. Jika ada gejala yang tersisa maka kita lakukan pengobatan,” tuturnya.

Baca Juga :  Pemkab Pastikan THR dan TPP ASN Bulungan Cair Sebelum Idulfitri

Sementara itu, Wadir Pelayanan Medik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan dr. Wayan Sukadana menyampaikan, langkah pencegahan virus Corona dengan melakukan hidup sehat. “Mencuci tangan dan mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah, kemudian berolahraga secara teratur,” ujarnya.

Kemudian di RS Tarakan juga sudah membentuk tim gerak cepat untuk menanggulangi segala bentuk bencana. Yang terdiri dari dokter spesialis, spesialis penyakit dalam, spesialis paru, spesialis radiologi, spesialis patologi klinik dan perawat yang jumlahnya 30 orang.

“Di RS Tarakan sudah disiapkan sarana dan prasarananya berupa ruangan isolasi sebanyak 4 kamar. Ruang itu merupakan kamar lama saat kejadian virus flu burung yang lalu sesuai standar Kementerian Kesehatan,” jelasnya.

Ditambahkan Dokter Spesialis Paru, dr. Nila Kartika Ratna menuturkan, virus yang mengganggu pernapasan itu dinamai Novel Coronavirus atau 2019-nCoV adalah, family dari Virus Corona yang berbentuk mahkota. “Salah satu kerabatnya adalah virus SARS asal Hongkong, begitu juga MERS juga masuk virus Corona,” ujarnya.

Baca Juga :  Kawasan Siring Tanjung Selor Magnet Nongkrong, Sampahnya Perlu Dikondisikan

Dia menjelaskan, Virus Novel Coronavirus itu menular melalui udara, dengan asal muasalnya dicurigai dari hewan, seperti virus Mers dan Sars dari hewan. Dari hewan ke manusia dan dari manusia ke manusia. “Efeknya tergantung dari kondisi manusia, jika daya tahan tubuh baik maka virus akan hilang dengan sendirinya,” paparnya.

Masa inkubasi dari awal terkena virus ini hingga menjadi penyakit mulai 2 hingga 14 hari. Sehingga saat adanya WNI ataupun WNA dari luar negeri ke Indonesia akan di karantina selama 14 hari.

“Gejala yang dapat dilihat kasat mata seperti batuk pilek. Biasanya penderitanya akan menderita batuk, pilek, demam dan sakit tenggorokan,” pungkasnya. (*)

 

Reporter: Heri Muliadi
Editor: M. Yanudin

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *