TANJUNG SELOR – Kinerja Polres Bulungan selama tahun 2020 dipaparkan ke publik. Yakni melalui press release yang memuat informasi seputar kriminalitas dan lalu lintas. Tujuannya untuk diantisipasi terjadinya kriminalitas kedepannya, sehingga masyarakat dapat meminimalisir terjadinya tindak pidana.
“Secara global jenis kejahatan dan beberapa kasus menonjol mengalami penurunan, kasus laka lantas tampaknya naik,” ungkap Kapolres Bulungan AKBP Teguh Triwantoro melalui Waka Polres Bulungan Kompol Roberto kepada benuanta.co.id, Kamis 31 Desember 2020.
Kata dia, dari tren jenis kejahatan jumlah kasusnya turun. Pada tahun 2019 ada 223 kasus, di tahun 2020 ada 192 kasus. Untuk kasus konvensional turun, di tahun 2020 hanya 100 kasus sedangkan tahun 2019 ada 165 kasus.
Kasus transnasional di tahun 2019 ada 50 kasus sedangkan tahun 2020 ada 84 kasus dan kasus kekayaan negara di tahun 2019 ada 8 kasus dan 2020 ada 8 kasus.
Kemudian tren kasus menonjol masih di dominasi oleh kasus narkoba. Di tahun 2020 mencapai 82 kasus, dengan tersangka mencapai 109 orang, barang bukti yang diamankan sebanyak 3.061,68 gram dan uang senilai Rp 15.226.000.
Wilayah penangkapan paling banyak di Tanjung Selor, disusul di Kecamatan Tanjung Palas Timur dan di Pulau Bunyu. “Di tahun 2019 hanya 49 kasus, meningkat 67 persen,” bebernya.
Kasus menonjol dominan lainnya yakni pencurian dengan pemberatan (Curat), tahun 2019 ada 40 kasus dan tahun 2020 ada 27 kasus. Lalu disusul kasus penggelapan di tahun 2020 hanya 13 kasus dan tahun 2019 ada 15 kasus.B”Jadi kasus menonjol itu menurun 31 kasus atau 13 persen,” ucap Roberto.
Pada bidang lalu lintas, kasusnya meningkat di tahun 2019 hanya 35 kasus sedangkan di tahun 2020 ada 38 kasus. Dengan rincian meninggal dunia di tahun 2020 ada 17 orang sedang di tahun 2019 ada 20 orang. Korban luka berat mengalami kenaikan di tahun 2020 ada 19 orang di tahun 2019 ada 14 orang. Kemudian luka ringan mengalami penurunan, tahun 2020 hanya 11 orang sedangkan tahun 2019 ada 12 kasus.
“Yang diberikan penilangan juga turun itu karena kita banyak memberikan pemahaman untuk mengenakan masker di masa Pandemi Covid-19 ini. Di tahun 2020 ada 734 kasus dan tahun 2019 ada 1447 kasus, mengalami penurunan sebanyak 713 kasus,” sebutnya.
Roberto menambahkan, kasus pelaku kejahatan anak tahun 2020 mengalami penurunan 6 persen yakni 12 kasus di tahun 2020 dan tahun 2019 ada 18 kasus. Rinciannya kasus persetubuhan ada 10 kasus, penganiayaan ada 1 kasus dan pencabulan ada 1 kasus. (*)
Reporter: Heri Muliadi
Editor : M. Yanudin







