benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Pemerintah daerah melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bulungan memastikan para pekerja di Kabupaten Bulungan tidak perlu takut menyampaikan keluhan di tempat kerja. Setiap laporan dapat disampaikan secara tertutup dan dijamin kerahasiaannya.
Kepala Disnakertrans Bulungan, Hasanuddin, menegaskan pihaknya siap menjadi jembatan antara pekerja dan perusahaan.
“Bisa kalau mau ngelapor. Eksekusinya tentu tertutup. Identitas pelapor pun kami lindungi,” ujarnya, Selasa (3/3/2026).
Ia menyebutkan, keberanian pekerja untuk melapor menjadi kunci utama agar persoalan di lapangan bisa segera ditangani.
“Pemerintah daerah tidak akan tinggal diam, hanya yang penting berani menyampaikan,” katanya.
Selain membuka jalur pengaduan, Disnakertrans juga rutin menggelar Job Fair bagi lulusan SMA dan SMK. Namun, untuk tahun ini, pelaksanaannya masih menunggu kelulusan siswa.
“Kita tunggu anak-anak lulus dulu. Setelah itu baru kita buka bursa kerja,” jelas Hasanuddin.
Program tersebut diharapkan dapat mempertemukan pencari kerja lokal dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja.
Belakangan, isu perekrutan tenaga kerja dari luar daerah sempat ramai diperbincangkan di media sosial. Menanggapi hal tersebut, Disnakertrans mengaku sudah melakukan pengecekan langsung.
“Kita sempat menanyakan ke perusahaan. Secara resmi, belum ada laporan rekrut dari luar daerah,” ungkapnya.
Menurut Hasanuddin, perusahaan justru lebih berminat merekrut tenaga lokal karena lebih efisien dan mengenal kondisi wilayah.
“Kalau dari luar, biaya hidupnya tinggi. Sebenarnya perusahaan lebih tertarik tenaga lokal,” katanya.
Ia menegaskan, tidak ada batasan persentase bagi pekerja lokal. “Bukan cuma 80-20. Kalau bisa 100 persen lokal selama sesuai kualifikasi,” tegasnya.
Meski peluang terbuka lebar, Hasanuddin mengakui daya saing tenaga kerja lokal masih menjadi pekerjaan rumah. Salah satunya terkait minat dan kesiapan mental kerja generasi muda.
“Banyak jurusan SMK yang sebenarnya sesuai kebutuhan perusahaan. Tapi anak-anak sekarang lebih tertarik kerja yang santai,” tuturnya.
Ia mencontohkan, dari hasil Job Fair sebelumnya, banyak pelamar yang diterima, namun tidak sedikit yang bertahan hanya sebentar.
“Ada yang cuma seminggu, ada juga sebulan. Itu jadi catatan perusahaan,” ujarnya.
Menurutnya, sebagian anak muda lebih memilih pekerjaan yang cepat menghasilkan uang dibandingkan pekerjaan industri yang menuntut disiplin dan ketahanan mental.
Untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja lokal, Disnakertrans terus melakukan sosialisasi dan pembekalan ke sekolah-sekolah, termasuk program magang dan pelatihan kompetensi.
“Kita turun ke SMK-SMK, kasih pembekalan bagaimana masuk dunia kerja,” jelas Hasanuddin.
Ia juga menyebutkan bahwa pihaknya telah memetakan kebutuhan tenaga kerja beberapa tahun ke depan, meski belum semua perusahaan memberikan data lengkap.
“Kita sudah petakan kebutuhan lima tahun ke depan, tapi memang belum semua industri terbuka,” tambahnya.
Di akhir pernyataannya, Hasanuddin berharap generasi muda Bulungan tidak hanya mengandalkan peluang, tetapi juga mempersiapkan diri secara matang.
“Peluang itu ada. Tinggal bagaimana kita siapkan diri supaya bisa bersaing dan bertahan,” pungkasnya. (*)
Reporter: Alvianita
Editor: Ramli







