benuanta.co.id, BULUNGAN – Kebakaran yang terjadi di Jalan Semangka tepatnya Gang Merudung, RT 26 RW 10 Kelurahan Tanjung Selor Hilir, mendadak berubah menjadi kepanikan bagi warga sekitar pada Jumat (15/8/2025).
Sebab, api muncul dari salah satu rumah kayu membuat api cepat menjalar cepat dan melahap bangunan demi di permukiman padat penduduk.
Saat dikonfirmasi Kabid PMK Bulungan, Amin Wirono, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 12.58 WITA.
“Kami langsung mengerahkan 11 unit mobil pemadam ke lokasi,” katanya.
Bukan hanya dari PMK Bulungan, armada bantuan datang dari BPBD, Pemerintah Provinsi, Kepolisian, Dinas Kehutanan, hingga tim Karhutla. Total, 68 personel dikerahkan untuk melawan api yang berkobar di antara rumah-rumah kayu yang mudah terbakar.
Perjuangan memadamkan api bukan tanpa hambatan. Jalan gang yang sempit membuat mobil pemadam sulit mengakses tempat kejadian. Kerumunan massa dan kendaraan yang melintas memperlambat akses petugas.
“Kendala kami banyak sekali, dari kerumunan warga hingga jalan yang tersendat. Namun kami tetap berusaha maksimal,” ungkapnya.
Api baru berhasil dipadamkan sekitar satu setengah jam kemudian. Namun, yang tersisa hanyalah puing-puing bangunan dan sisa arang dari empat rumah yang habis terbakar, serta satu rumah lainnya yang rusak parah akibat panas dan percikan api. Rumah yang terbakar diketahui milik Masran, Mursalim, Sulaiman, Agus, dan Yusran.
Dari sejumlah keterangan warga, api diduga dipicu kelalaian salah seorang warga yang dikenal memiliki gangguan jiwa. Meski begitu, pihak berwenang masih menyelidiki penyebab pastinya.
Tragedi ini semakin memilukan ketika diketahui ada korban jiwa. Seorang lansia bernama Ahmad, yang tengah sakit dan lumpuh, tewas terjebak di dalam rumahnya.
Menurut saksi mata, petugas sempat mencoba mengevakuasi korban, namun kobaran api yang cepat membesar dan kepulan asap pekat membuat upaya itu mustahil dilakukan. Jenazah Ahmad dievakuasi usai api padam dan langsung dibawa ke RSUD dr Soemarno Sosroatmodjo Tanjung Selor.
Tangis histeris keluarga korban pecah di lokasi, disertai pelukan erat di tengah asap yang masih mengepul. Wajah-wajah putus asa terlihat di antara reruntuhan, menyaksikan rumah dan kenangan seumur hidup mereka berubah menjadi abu. Hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian. (*)
Reporter: Ikke
Editor: Yogi Wibawa







