benuanta.co.id, BULUNGAN – Kegiatan Pembinaan Mental, Fisik dan Disiplin (Bintalsik) secara resmi ditutup sekaligus pelepasan anak-anak penerima beasiswa tahun 2025 yang dilaksanakan oleh PT Pesona Khatulistiwa Nusantara (PKN) Senin (21/7/2025).
Direktur PT. PKN Rayendra Pradipta mengatakan, program Bintalsik yang berlangsung selama tiga hari dua malam ini merupakan upaya baru dari PKN, hasil evaluasi dari angkatan beasiswa sebelumnya. Melalui program ini, para peserta dibekali nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan ketangguhan mental sebelum diberangkatkan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Rayendra Pradipta menyampaikan bahwa beasiswa ini bukan hanya sekadar bantuan pendidikan, tetapi merupakan investasi jangka panjang perusahaan, untuk mencetak enerasi muda yang tangguh dan berintegritas.
“Saya berpesan kepada para penerima beasiswa untuk menjunjung tinggi kedisiplinan dan tanggung jawab, mencontoh grup musik BTS yang tetap menjalani wajib militer di puncak popularitas. Beliau juga menghimbau mereka untuk menjadi Pahlawan baru di Indonesia yang memiliki ilmu dan mental yang baik,” ucapnya.
Saat ini total yang telah menerima beasiswa sebanyak kurang lebih 675 siswa, bahakan sudah ada yang bekerja di perusahaan PKN sebanyak 56 persen dan ada yang bekerja. Tentunya hal ini masih akan terus dijalankan akan tetapi pendidikan bukan hanya menjadi sarjana saja, tetapi harus bisa kerja dan harus menyiapkan lapangan kerja.
“Selain menambah beasiswa, kami juga ingin ekomoni baru lahir di Bulungan dan Kalimantan Utara, kalau pekerjaan hanya ada di perusahaan saja itu masih kurang cukup jadi kami menambah lagi jumlah ekomoni kerakyatan ada di Bulungan,” ungkapnya.
Sementara itu Wakil Bupati Bulungan Kilat, mengatakan dengan adanya kegiatan pelepasan anak-anak yang telah mendapatkan beasiswa, dia sangat memberikan apresiasi kepada perusahaan yang mana telah berbuat untuk daerah khususnya anak-anak yang ada di kabupaten Bulungan. Hal ini diharapkan tidak behenti sampai di sini tetapi harus terus menerus.
“Kami dari pemerintah daerah tentu berpesan kepada anak-anak yang mendapat beasiswa, sebab ini adalah kesempatan yang baik dan jangan disia-siakan, manfaatkan sebaik mungkin. Karena banyak anak yang ingin mendapatkan beasiswa tetapi belum dapat kesempatan,” ucap Kilat.
“Bagi anak-anak yang mendapatkan beasiswa diharapakan bisa menfaatkan waktu dan kesempatan ini, agar menjadi anak yang berhasil dengan berbuat untuk daerah kita yang ada di Kabupaten Bulungan,” lanjut Kilat.
Komandan Brigif 24/Bulungan Cakti, Kolonel Inf Toni Sri Hartanto, mengatakan kegiatan penerimaan beasiswa yang bekerja sama dengan perusahaan memberikan latihan mental dan fisik, yang mana untuk melatih kedisiplinan, bertanggung jawab, dan mandiri pasalnya anak-anak penerima beasiswa akan disebar ke beberapa universitas dan hidup sendiri.
“Kalau mereka tidak bisa menjaga kedisiplinan dan tidak bertanggung jawab otomatis akan sia-sia untuk siswa itu sendiri,” katanya
“Mereka kita latih mental, fisik, sehingga mereka siap untuk menerima beasiswa dan bertangung jawab apa yang telah diberikan oleh pihak perusahaan,” pungkasnya.
Sekadar informasi, penerima beasiswa tahun 2025 PKN memberikan beasiswa kepada 23 siswa-siswi yang akan melanjutkan studi di berbagai bidang di universitas yang berbeda, dari 23 desa binaan.
Politeknik Elektronika Negeri Surabaya:
1 orang program studi Teknik Informatika.
Politeknik Energi Pertambangan Bandung:
1 orang program studi Teknologi Geologi.
1 orang program studi Teknologi Metalurgi.
3 orang program studi Teknologi Pertambangan.
Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor:
2 orang program studi Penyuluhan Pertanian dan Pertanian Berkelanjutan.
Politeknik Negeri Jember:
5 orang program studi Budidaya Tanaman Perkebunan.
Universitas Borneo Tarakan:
6 orang program studi FKIP.
Universitas Kaltara:
2 orang program studi Teknik Sipil.
Universitas Kristen Maranatha:
2 orang program studi Sastra China.
Selain beasiswa perguruan tinggi tahun 2025 ini, PKN juga memberikan 43 beasiswa apresiasi untuk jenjang SMA/SMK sederajat, yang diberikan kepada siswa dari 23 desa binaan yang berbeda. (adv)
Reporter : Ikke
Editor: Yogi Wibawa







