3 Siswi SMK Korban Cabul Oknum Guru Agama Alami Trauma Berat

benuanta.co.id, TARAKAN – Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk serta Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kota Tarakan Dra. Hj Mariyam mengatakan 3 siswi yang menjadi korban kasus cabul oleh oknum guru SMK di Tarakan alami trauma berat.

“Ya kemarin setelah kami menerima informasi tersebut dari tim unit PPA Polres dan setelah di interogasi 3 siswi tersebut oleh unit PPA, lalu tim kami, ya kita lakukan pendekatan secara fisik dan psikis anak itu trauma berat,” tuturnya kepada benuanta.co.id, Rabu (28/9/2022).

Maksudnya trauma berat, Mariyam melihat dari sikap dan perilakunya 3 siswi salah satu SMK di Kota Tarakan tersebut penuh ketakutan.

“Jadi bahkan mereka lebih sering tidak masuk sekolah, apalagi pada saat jam pelajaran pelaku UM (40) itu, justru ibu yang di kantin yang melihat kondisinya lebih banyak murung berdiam di kantin, menangis di kantin sekolahnya, begitu trauma berat,” jelasnya.

Baca Juga :  BPBD Tarakan Catat 12 Titik Karhutla, Terbesar Hanguskan 8,9 Hektare di Pantai Amal

Diketahui dari Mariyam bahwa 3 siswi tersebut masih sering masuk sekolah dan tetap terus mendapat pendampingan dari tim DP3APPKB Kota Tarakan.

“Sembari memberikan kekuatan kepada 3 siswi tersebut, jadi informasi mengenai keadaan 3 siswi tersebut makin lengkap lakukan penanganan lebih intensif dari ibu kantin sekolah mereka dan awal mula melaporkan ke Polres Tarakan,” ujarnya.

Pendampingan maupun terapi kesehatan mental terhadap 3 siswi SMK tersebut, kata Mariyam tidak cuman sekali.

“Kadang-kadang sampai 4-5 kali bahkan sampai mereka merasa nyaman, minimal mengurangi rasa trauma dan takut lakukan terapi dengan anak itu, kalau lebih berat lagi bahkan bisa sampai ke psikiater,” terangnya.

Kemudian bila mana kondisi trauma berat 3 siswi tersebut makin parah, kata Mariyam akan dibantu tim Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) Cabang Kota Tarakan dan Psikolog.

Baca Juga :  Volume Sampah Lebaran di Tarakan Tembus 130 Ton per Hari

“Karena kita kan MoU-nya dengan psikolog saja ya dengan unit PPA Polres Tarakan dan rumah sakit itu hanya dengan visumnya, jadi berkaitan dengan anggarannya kita semua yang akan membiayai,” jelasnya.

Lebih lanjut, Mariyam berani menilai bahwa 3 siswi salah satu SMK di Kota Tarakan tampak terlihat dari tatap mata.

“Dari raut wajahnya, dia lebih banyak diam dan tidak mau banyak bicara, karena itu sudah terjadi ke-2 kalinya, dan sudah diperiksa intensif oleh tim PPA,” tuturnya.

Tak hanya itu, kata Mariyam, tahapan selanjutnya saat ini tim DP3APPKB
sedang terus berproses lakukan pendekatan menangani 3 siswi tersebut dan kedua orang tua anak.

“Untuk melakukan pendampingan 3 siswi tersebut menggunakan jasa psikolog,” ucapnya.

Bahkan Mariyam pun akui sudah ketemu langsung tersangka cabul kepada 3 siswi SMK tempat bertugasnya, yakni oknum guru pendidikan agama UM (40) pada ruang khusus tertentu.

Baca Juga :  Cuaca Panas, Satu Titik Hospot Hampir Picu Karhutla di Tarakan

“Ya jujur, memang beliau merasa tidak melakukan itu, cuman kan ya dalam bukti visum kemudian bukti-bukti lain menunjukkan benar lah beliau adalah pelaku,” tegasnya.

Adapun hasil pendekatan psikis tim DP3APPKB Kota Tarakan mendengar cerita 3 siswi SMK tersebut dicabuli oknum guru-nya sendiri, kata Mariyam pada saat terlambat dijemput orang tua.

“Disitulah dia di tarik dipaksa bahkan dilakukan di tempat kurang bagus di bawah tangga. Nah itupun anak-anak itu tidak melapor pelaku pada kasus pertama dilecehkan dan terulang kembali kedua kalinya, ya mungkin anak-anak ini merasa takut. Tapi kami belum tahu persis apakah ada ancaman atau tidak saya belum tahu persis, yang jelas mereka trauma berat,” tutupnya.(*)

Reporter: Georgie Silalahi

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *