Tak Pernah Ditolak, Produk Ekspor Perikanan Asal Tarakan Harus Bebas Covid-19

benuanta.co.id, TARAKAN – Sub-Koordinator Pengawasan Pengendalian dan Informasi Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Kota Tarakan, M Roy Pahlavi mengatakan kualitas produk ekspor perikanan Tarakan sepanjang tahun 2022 tidak pernah dapat penolakan.

“Alhamdulillah semua produk ekspor perikanan yang kita kirim belum ada secara langsung mengalami penolakan,” ujarnya Rabu (14/12/2022).

Roy Pahlavi menyebutkan ikan bandeng dan udang windu merupakan produk Tarakan yang sering di ekspor.

“Sekarang ya udang windu dan bandeng. Untuk kepiting ke Tawau Malaysia. Kalau bandeng permintaan Arab Saudi lagi terbuka luas untuk ke sana. Menurut saya itu memang konsumsi untuk kegiatan jemaah haji di arab saudi,” jelasnya.

Baca Juga :  Video Viral Dugaan Asusila di Taman Oval Ladang, Ini Respons Pemkot Tarakan

Lalu langkah saat ini yang sedang dipersiapkan BKIPM Tarakan untuk peningkatan kegiatan ekspor yaitu berbanding lurus dengan bertambahnya kapasitas produksi.

“Sehingga program kampung budidaya itu harus juga bisa maksimalkan. Bagaimana kita meningkatkan ekspor. Kalau produksi budidayanya tidak naik intinya disitu dulu,” bebernya.

Apabila kapasitas produksi pembudidaya perikanan naik, peran BKIPM Tarakan bisa mudah membuka potensi pasar ekspor.

Baca Juga :  Siapkan Pengamanan Khusus, Polres Tarakan Gelar Patroli Besar-besaran di Malam Takbiran

“Sehingga ini harus berjalan berbarengan. Jadi intinya sinergitasnya itu,” ungkapnya.

Bahkan secara khusus ia mencontohkan pengiriman produk perikanan Tarakan ke China pada masa kini harus bebas Covid-19.

“Secara khusus China. China sekarang kita tahu ikan pun harus bebas Covid-19 harus swab. Itu mc-nya harus di swab dan komoditinya harus sama packingnya juga. Apabila hasil uji ikan tersebut negatif maka boleh merilis mengirim ikan ke luar negari,” ucapnya.

Baca Juga :  Bandara Internasional Juwata Tarakan Siapkan 8 Slot Penerbangan untuk Mudik Lebaran

Sedangkan pemeriksaan sampel ikan Tarakan bila terkena paparan Covid-19 akan dikirim ke Surabaya.

“Di Surabaya sekitar seminggu lebih baru kita tahu hasilnya. Dan dari hasil laporan hasil uji kalau dinyatakan bebas atau negatif baru kita bisa mengirimkan produk perikanan ke china,” pungkasnya. (*)

Reporter: Georgie Silalahi

Editor: Yogi Wibawa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *