benuanta.co.id, TARAKAN – Kebun Raya Anggrek Tarakan yang berlokasi di Jalan Gunung Amal terkenal dikalangan masyarakat merupakan tempat wisata pengembangan berbagai jenis tanaman bunga.
Lama tidak beroperasional karena pandemi Covid-19 hingga tanaman di kabun raya ini tampak tidak terawat. Dari bangunan tempat teduh tumbuhan bunga Anggrek pun banyak yang rusak.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Tarakan Elang Buhana mengatakan penyebabnya karena anggaran terbatas.
“Pertama dana pemerintah daerah terbatas maupun dari pusat karena dana dari pusat dan daerah diprioritaskan untuk bantuan-bantuan yang langsung kepada masyarakat. Sementara Anggrek tidak bersentuhan langsung dengan masyarakat untuk meningkatkan produksi,” ucapnya Jumat (11/11/2022).
Lebih lanjut, mengenai kapan kembali buka Kebun Raya Anggrek Tarakan, pihaknya menegaskan masih ditutup hingga waktu yang telah ditetapkan.
“Jadi sementara waktu masih ditutup dan kami juga perlu menggandeng pihak ke 3 artinya ada partisipasi para masyarakat petani kita harus berdayakan dekat kebun tersebut karena keterbatasan anggaran membuat sangat harus bisa terus bergerak,” tuturnya.
Tak hanya itu, kata Elang rencana akan menggandeng Dinas Pariwisata Kota Tarakan untuk membantu layanan Kebun Raya Anggrek bisa hidup kembali.
“Supaya yang penting kebun anggrek bisa ramai lagi,” tuturnya.
Lebih lanjut, kata Elang dahulu Kebun Raya Anggrek Tarakan pernah menerima bantuan pupuk, bibit, tanaman, ternak.
“Maupun bantuan sarana produksi pertanian. Nah untuk mengisi kekosongan ini karena sudah rusak lama Kebun Raya Anggrek Tarakan. Maka kami menyurati ke Pertamina dengan himbauan dengan berharap Pertamina bisa memberikan bantuan bentuk CRS. Ternyata hanya berupa membersihkan rehab untuk saung tani saja tidak membantu rehab taman produksi,” ungkapnya.
Pihaknya pun akui bahkan sudah pernah bersurat ke Kementerian Pertanian namun alhasil kebijakan pihak pusat tetap akan prioritas untuk produksi pangan.
“Dan belum ada prioritas ke arah situ hanya untuk meningkatkan produksi pangan yang arahnya ke bagaimana memberdayakan petani,” tuturnya.
Rencana kata Elang akan membuat kerja sama dengan pihak ke 3 untuk pembudidayaan tanaman bunga Anggrek.
“Rencana kami tidak hanya anggrek saja tetapi tanaman-tanaman yang bisa dipetik dan bisa dibawa pulang seperti bibit sayur-sayuran hidroponik, seperti bagaimana memetik buah semangka, melon, karena penggemar bunga Anggrek juga terbatas dan buah-buah lebih di gemari masyarakat,” pungkasnya.(*)
Reporter: Georgie Silalahi
Editor: Ramli







