benuanta.co.id, TARAKAN – Sekira pukul 03.00 dini hari, Lapas Kelas IIA Tarakan dikabarkan ribut diduga karena pemindahan narapidana narkotika HN 32.
Kadivpas Kanwil Kemenkumham Kaltim, Jumadi membenarkan kejadian keributan yang berlangsung dini hari tadi. Namun saat ini kondisi terkini Lapas Tarakan sudah cukup membaik sejak pukul 05.00 tadi.
Diungkapkannya, kondisi yang membaik ini ditandai dengan adanya kegiatan salat berjamaah dan makan bersama warga binaan yang sempat terlibat keributan.
“Ya mereka teriak-teriak lah, ada yang keluar dari pintu juga,” sebutnya, Jumat (9/9/2022)
Pihak Kemenkumham Kaltim saat ini juga didampingi oleh Plh Kepala Lapas Kelas IIA Tarakan yang baru menjabat sekitar satu hari. Adapun pemicu dari keributan ini ialah instruksi dari pimpinan pusat untuk memindahkan HN ke Lapas Nusakambangan.
“Pasca kejadian kemarin (berkeliarannya HN) jadi dipindahkan, keputusan ini sebenarnya belum final. Kedatangan kita juga mencari solusi, yang namanya anggota banyak orang banyak ya Miss komunikasi juga,” tutur Jumadi.
“Kita juga pengen anggota nyaman, dan keluarga mereka (warga binaan) bisa nyaman, sekarang sudah kondisinya normal kembali,” lanjutnya.
Ia menegaskan, untuk saat ini HN belum dipindahkan ke Lapas manapun. Saat ini pihaknya hanya fokus kepada menjaga kondisi yang kondusif di Lapas Kelas IIA Tarakan pasca kejadian berkeliarannya HN di luar Lapas.
“Kemarin pak Kalapasnya sudah ditarik (pemeriksaan), Pak KPLP juga sejak tanggal 6 ke kantor wilayah Kemenkumham Kaltim dan sekarang kita lagi pembenahan jangan ada hal negatif lagi,” tegasnya.
Terpisah, Kapolres Tarakan, AKBP Taufik Nurmandia mengatakan pihaknya turut melakukan pengamanan berkaitan dengan warga binaan yang menolak dipindahkannya HN dari Lapas Tarakan.
“Ya makanya keributan sedikit, kejadian jam 01.00 lah sampai pagi. Jadi si HN ini dipindahkan ke sel isolasi tapi mereka maunya si HN ini di Blok D,” katanya.
Pihaknya mengerahkan personel yang ada dan dibantu oleh personel dari Kodim 0907 Tarakan. Ia menuturkan, Kapolda Kaltara juga telah memberikan instruksi terkait pengamanan warga binaan di Lapas Kelas IIA Tarakan.
“Pak Dandim juga ada, Brimob itu standby jika diperlukan mereka langsung segera menuju Lapas. Jadi imbauan Kapolda kita diminta masukan ke napi kalau perlu. Jadi pemindahan juga belum dilakukan. Untuk dipending atau tidaknya kita belum tahu,” bebernya.
Pengamanan yang pihaknya lakukan ini berkenaan dengan over kapasitas dari Lapas Tarakan yang pasti akan berpotensi keributan besar jika HN dipindahkan.
“Apalagi bangunan juga bangunan lama, ya agak mengkhawatirkan. Ada sebagian yang pro bela HN ada yang kontra saja. Tidak bentrok cuma bakar kasur saja sedikit,” pungkasnya.(*)
Reporter: Endah Agustina
Editor: Ramli







