Cetus Muballigh Mencerahkan, Ngabalin: Jangan Kafirkan Orang

benuanta.co.id, TARAKAN – Kehadiran Ketua Umum Badan Koordinasi Muballigh Se-Indonesia (Bakomubin), Dr. H. Ali Mochtar Ngabalin di Kaltara, memberikan atensi dan semangat agar lewat Bakomubin, para muballigh dapat mencerahkan melalui dakwah-dakwahnya. Ia juga tidak membenarkan adanya upaya mengkafirkan pihak lain dalam menyiarkan ajaran keagamaan.

Ali Mochtar Ngabalin menegaskan peran Bakomubin selain menjadi wadah para muballigh, juga berfokus pada pembinaan muballigh.

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) itu mendorong agar muballigh memiliki kekuatan intelektual yang tinggi, moral, mesti banyak membaca dan mengerti bahwa setiap dakwah yang disampaikan itu berpotensi menyebar kemana-mana karena kecanggihan teknologi.

Baca Juga :  Posko Pengaduan Dibuka, Disperinaker Kawal Hak THR bagi 17 Ribu Pekerja Formal di Tarakan

“Jadi semua diksi, narasi dan nasehat yang disampaikan itu harus mencerahkan. Jangan ceramahnya bikin orang berkelahi, mengkafirkan orang, mencaci maki orang dan menghujat pemerintah,” ujarnya kepada benuanta.co.id, Jumat (8/4/2022).

Selain itu, menurutnya muballigh perlu memiliki akhlak dalam berpidato, akhlak dalam membina umat. “Kau tidak hidup di angkasa luar sana, ente hidup di alam republik,” tambahnya.

Baca Juga :  Rotasi Kasat Reskrim dan Kapolsek Tarakan Barat, Kapolres Tekankan Penuntasan Kasus LA

Baginya, hal tersebut menjadi tugas berat Bakomubin Kaltara untuk meningkatkan kualitas intelektual mubaligh dan umat.

“Sebuah bangsa yang besar itu dia punya regenerasi yang baik, teknologi dan yang terpenting itu kebudayaan. Islam ini luar biasa indahnya, tapi jangan lupa bahwa Islam itu menyebar karena budaya. Semoga Bakomubin di Kaltara ini, menjadi project percontohan bagi muballigh di Indonesia,” urainya.

Kemudian, ia menerangkan bahwa Islam itu tidak disebarkan dengan cara kekerasan, tekan menekan dan pembantaian. Terdapat ratusan ayat di Al-Quran, semuanya mengajarkan kebaikan dan kedamaian.

Baca Juga :  Arus Mudik Lebaran di Tarakan Diprediksi Membludak 11, 15, dan 16 Maret

“Dalam Munas kemarin, Bakomubin menyetus program deradikalisasi. Sistem dan nilai yang kaya di Indonesia itu karena kita mempunyai Pancasila dan UUD 1945. Di timur tengah itu hanya ada satu agama dan satu kultur, tetapi selalu saja ada pertikaian. Indonesia kaya akan keberagaman agama dan budaya tapi kita bisa hidup damai dan berdampingan,” tutupnya. (*)

Reporter: Kristianto Triwibowo

Editor: Matthew Gregori Nusa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *