benuanta.co.id, TARAKAN – Seluruh umat Hindu menyambut Hari Raya Nyepi pada 3 Maret 2022. Perayaan ini berlangsung selama 24 jam penuh untuk menyambut pergantian tahun baru Saka.
Seperti diketahui, dalam perayaan Nyepi umat Hindu memiliki pantangan tersendiri untuk tidak boleh dilakukan. Artinya, mereka tidak diperbolehkan melakukan sejumlah kegiatan dan memanfaatkan situasi yang ada untuk instrospeksi diri.
Terdapat 4 hal yang dilarang untuk dilaksanakan bagi umat Hindu pada slHari Raya Nyepi. Pertama, Amati Geni, yang tidak membolehkan umat Hindu tidak boleh menyalakan api atau lampu.
“Bukan tidak bisa menyalakan api, tapi kita mengekang amarah kita,” kata Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Tarakan , I Nengah Pariana kepada Benuanta, Rabu (2/3/2022).
Kedua, Amati Lelanguan yang artinya tidak boleh bersenang-senang. I Nengah menuturkan bersenang-senang yang dimaksud adalah kita boleh menonton hiburan.
“Kita mengekang indria kita untuk tidak boleh menonton, dan memusatkan pikiran kita ke hal yang baik,” tukasnya.
Ketiga, Amati Karya yang artinya tidak boleh beraktivitas apapun dan harus instrospeksi diri. Beraktivitas yang dimaksud ialah bekerja di luar rumah, hal ini tidak diperbolehkan dilaksanakan umat Hindu pada saat Hari Raya Nyepi.
Terakhir, Amati Lelungan yang artinya tidak boleh bepergian fisik.
“Itu kalau di luar, kalau dari dalam tidak boleh mengikuti pemikiran yang liar,” ucapnya.
Tidak hanya keempat pantangan itu, tepat di Hari Raya Nyepi, umat Hindu melakukan puasa selama 24 jam, yang dimulai pukul 06.00 hari ini hingga 06.00 hari esok.
“Saya juga himbau tadi agar puasanya disesuaikan dengan kondisi fisik dan usia nanti ngejar puasa jadi sakit,” tuturnya.
Setelah berpuasa dan tidak melakukan 4 pantangan wajib, umat Hindu pada keesokan harinya akan melakukan Ngemba Geni, yang berarti nyalakan api.
“Itulah maknanya, mulailah kehidupan lebih baru nyalakan api disana dengan harapan-harapan baru. Karena di hari H Nyepi kita sudah introspeksi diri, apa yang baik dan tidak baik, istilahnya merefleksikan setahun lalu lah,” pungkas dia. (*)
Reporter : Endah Agustina
Editor : Nicky Saputra







