benuanta.co.id, TARAKAN – Massa aksi demonstrasi dari kalangan serikat pekerja tidak hanya diisi dengan orasi semata. Demonstrasi ini juga diwarnai dengan pembakaran kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan dari masing-masing pekerja.
“Hari ini menteri tenaga kerja dan bersama antek-antek pemerintah membuat satu aturan yang tidak jelas,” kata salah satu orator yang merasa kecewa dengan pemerintah.
“Lihat di media massa, media cetak dan media online siapa yang turun ke jalan kalau bukan buruh. Bagaimana ceritanya umur 56 tahun baru bisa mencairkan BPJS. Bagaimana nasib pekerja kontrak yang tinggal menunggu hari tidak akan diperpanjang masa kerjanya,” bebernya.
Disampaikan juga oleh Ketua DPC FSP Kahutindo Kota Tarakan, Rudi bahwa momen tersebut adalah simbol apabila pemerintah tidak kunjung mencabut Permenaker yang dirasa menyulitkan pekerja.
“Pada khususnya buruh di kota Tarakan akan siap untuk terus berjuang kalau tidak dicabut Permen itu,” ketusnya.
Ia menegaskan, bahwa momen ini harus benar-benar diperjuangkan jika masih memperdulikan pekerja di Indonesia. (*)
Reporter: Endah Agustina
Editor: Matthew Gregori Nusa







