Teknik Elektro Bersama LPPM UBT Gelar Pelatihan Perancangan Home System PLTS Mandiri

TARAKAN – Menutup akhir tahun 2021, Teknik Elektro bekerjasama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Borneo Tarakan melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Kota Tarakan.

Kegiatan yang menjadi program Pusat Studi Teknologi Rekayasa Teknik Sipil dan Energi Terbarukan (LPPM) bekerjasama dengan Teknik Elektro mengadakan Pelatihan dalam bentuk Pelatihan Perancangan Home System PLTS Mandiri Berbasis On Grid Jaringan PT. PLN Kaltara. Pada sesi pertama yang diketuai oleh Dr.Eng Linda Sartika yang juga merupakan Kepala Pusat Teknologi Rekayasa Teknik Sipil dan Energi Terbarukan LPPM.

Pada sesi kedua dilaksanakan kembali Pelatihan Pengenalan Komponen Instalasi Listrik Rumah Tangga dan Perhitungan pada KWh Meter yang diketuai oleh dosen teknik elektro Abdul Muis Prasetya, ST., MT. Pada kata sambutannya mewakili LPPM UBT, Dr. Eng Linda Sartika mengemukakan pentingnya program rekayasa energi listrik baik pada aspek pengembangan energi listrik baru dan terbarukan yang salah satunya adalah Pembangkit Listrik Tenaga Surya atau yang biasa dikenal sebagai panel surya.

Baca Juga :  Rotasi Kasat Reskrim dan Kapolsek Tarakan Barat, Kapolres Tekankan Penuntasan Kasus LA

“Kebijakan sosialisasi dari sisi perancangan dan instalasi PLTS selain bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat bagaian membangun instalasi mandiri tenaga surya dirumah, juga Teknik Elektro yang telah membidangi beberapa penelitian rekayasa energi baru terbarukan baik berupa Hibah Lampu Penerangan Jalan lingkungan masyarakat maupun penelitian beberapa potensi energi baru terbarukan seperti angin, PLTMh (mikrohidro), biomassa yang telah dikaji di Kota Tarakan,” jelas Dr. Eng Linda Sartika.

Teknik Elektro dan LPPM sangat berharap dengan terbitnya kebijakan pemerintah melalui Menteri ESDM mengeluarkan Permen 13/2019 yang mengatur kebebasan pemanfaatan PLTS Sistem Atap (Rooftop) bagi masyarakat dengan kapasitas dibawah 500 kVA tanpa melalui izin operasi dan SLO (sertifikat laik operasi). Dengan bekal pelatihan ini diharapkan masyarakat akan turut berperan serta memanfaatkan peluang energi listrik yang lebih hemat dan ramah lingkungan. Jamina peralatan dan komponen di pasar komersil sudah dijamin kelayakan dan mutu bahannya, ujar Dr.Eng Linda Sartika menambahkan.

Baca Juga :  BPOM Tarakan Intensifkan Pengawasan Kue Lebaran, UMKM Diminta Cantumkan Label P-IRT

Sedangkan peran Pelatihan Sistem Instalasi Listrik Rumah Tangga selain bertujuan memperkenalkan manfaat dan fungsi komponen instalasi, Pelatihan ini memberikan bekal pengetahuan kepada masyarakat luas bagaimana aspek penting dalam jaringan instalasi listrik itu yang aman dan andal bagi masyarakat.

Teknik instalasi yang baik dan benar serta komponen yang memenuhi standar nasional akan sangat berperan terhadapa keamanan isntalasi listrik rumah tangga. Bahaya kebakaran karena konsleting listrik akibat pembebanan yang tidak seimbang, dan itu salah satu problem yang dihadapi masyarakat akibat tidak layaknya sambungan instalasi listrik rumah tangga maupun tahapan merancang instalasi rumah tangga, ujar Muis Prasetya.

Baca Juga :  SPPG Gunung Lingkas 003 Diresmikan, Targetkan 2.500 Penerima Manfaat

Pembekalan materi dan pengenalan komponen instalasi listrik rumah tangga ini menurut salah satu peserta, H. Nasir Ketua RT 7 Lingkas Ujung sangat bermanfaat dan sangat memberi pengetahuan baru bagi masyarakat. Pengabdian ini dilaksanakan di ruang Balai Pertemuan Keluarahan Lingkas Ujung Tarakan dengan menghadirkan Ketua-Ketua RT yang diharapkan nantinya dapat mensosialisasikan kepada warganya, demikian yang disampaikan Achmad Budiman, ST., MT Ketua Jurusan Teknik Elektro pada kesempatan memberikan materi pengembangan program studi Teknik Elektro Universitas Borneo Tarakan.(adv)

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *