Vaksinasi Lansia Masih Rendah, Belum Sampai 50 Persen

benuanta.co.id, TARAKAN – Vaksinasi warga Kota Tarakan mendekati angka 80 persen. Namun cakupan vaksinasi terbilang rendah untuk kategori lanjut usia.

Menurut Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kalimantan Utara (Kaltara), dr. Franky Sientoro, Sp.A., vaksinasi lansia masih di bawah 50 persen.

“Karena vaksin di Tarakan sudah 80 persen untuk umum, tapi lansia masih di bawah 50 persen masih kecil sekali,” katanya saat dikonfirmasi langsung oleh benuanta.co.id, Sabtu, (4/12/2021).

Padahal lansia tergolong ke dalam kategori rentan terserang Covid 19 beserta variannya. Franky menjelaskan berdasarkan pengakuan lansia, mereka cenderung takut disuntik karena efek Kejadian Ikutan Pasca Imununisasi (KIPI).

Baca Juga :  Pemeriksaan Pajak Kendaraan di Tarakan, Polisi Turut Temukan Pengendara Tanpa Plat dan Spion

“Sasaran yang paling berbahaya lansia, padahal suntik vaksin tidak ada efeknya, Kipi yang ada bukan karena vaksin tapi karena ketakutan itu,” tegas dia.

Direktur Utama (Dirut) Rumah Sakit Daerah Umum (RSUD) ini juga menyiapkan vaksin setiap harinya untuk lansia dan masyarakat umum. Menurutnya, vaksin yang ideal untuk lansia ialah Sinovac dan Pfizer.

Baca Juga :  Disdikbud Kaltara Telusuri Video Pelajar SMA yang Asik Nongkrong di Jam Pelajaran

“Lansia itu Sinovac dan Pfizer, itu ideal, efeknya dari dulu kan kita sinovac tidak ada Kipi juga. RSUD selalu sediakan vaksin lansia, anak-anak, ada remaja juga,” imbuh Franky.

Ia terus menghimbau kepada para lansia untuk bersedia melakukan vaksinasi agar kondisi tubuh yang rentan bisa terminimalisir terserang virus.

Terpisah, Walikota Tarakan, dr. Khairul, M. Kes menjelaskan untuk menutupi kekurangan presentasi yakni sisa 20 persen lagi, pihaknya akan berupaya melakukan vaksinasi jemput bola atau door to door.

Baca Juga :  Potensi Hujan Lebat Dominasi Cuaca Tarakan di Penghujung Ramadan

“Strategi berikutnya door to door, vaksinasi massal sudah mulai berkurang kan,” ucapnya.

Sebelum melakukan itu, masyarakat harus diidentifikasi ulang melalui unit Rukun Tetangga (RT) untuk dipetakan ulang.

“Tentu akan beda dengan dulu, nanti harus diidentifikasi ulang oleh Pak RT, Camat, Lurah nanti berkoordinasi lagi dengan stakeholder untuk menutupi sisa 20 persenan itu,” tandasnya. (*)

Reporter: Ramli

Editor: Matthew

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *