benuanta.co.id, TARAKAN – Pemerintah pusat kembali memperpanjang PPKM Level 4 di Tarakan. Kali ini alasan pemerintah pusat bukan lagi aglomerasi tetapi karena progres vaksinasi Covid-19 di Tarakan masih rendah.
Juru Bicara Satuan Tugas Covid-19 Kota Tarakan, dr. Devi Ika Indriarti, M.Kes mengatakan, capaian vaksin yang masih rendah akibat pada awal program vaksin, alokasi vaksin ke Tarakan dari pusat terbatas.
“Waktu awal kan kita memang dapat jumlah alokasi vaksinnya terbatas, malah kita yang mau melakukan vaksin tapi dibatasi, datangnya seribu seribu gitu,” tuturnya kepada benuanta.co.id, Sabtu (9/10/2021).
Saat ini, cakupan vaksinasi di Kota Tarakan untuk dosis pertama telah mencapai 32 persen dan dosis kedua di angka 15 persen. Sedangkan, untuk dapat turun level ke PPKM level 3, suatu daerah harus mencapai vaksinasi sebanyak 40 persen.
“Kalau dibandingkan Tarakan dengan kabupaten lain, kita lebih banyak. Karena sasaran kita 213.000 orang, jadi kalau baru dapat 68.000 berarti pelaksanaan vaksinasi kita baru mencapai 32 persen,” jelas Devi.
Untuk pelaksanaan vaksinasi sendiri dikatakannya dilakukan di berbagai fasilitas kesehatan diantaranya puskesmas, rumah sakit, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dan TNI Polri yang siap melayani masyarakat.
Dalam hal ini Devi menegaskan, keaktifan masyarakat untuk mendapatkan vaksin perlu digencarkan, sebab selama ini kesulitan pihak kesehatan ialah adanya sejumlah masyarakat yang sudah terdata namun tidak hadir pada saat pelaksanaan vaksinasi.
“Kita harus optimis untuk bisa sentuh 40 persen, diupayakan dululah. Mari kita melakukan vaksinasi, jangan vaksin kalau mau berangkat saja, kemudian kalau sudah mendaftar harus datang,” tutupnya. (*)
Reporter: Endah Agustina
Editor: Ramli







